Sebab-sebab agar selamat dari berbagai fitnah

*KHUTBAH JUM’AT*

🚪🔥 *Sebab-sebab agar selamat dari berbagai fitnah*

Asy Syaikh Abdullah bin Shalfiq Adz Dzafiri
-حفظه الله –
__________________
Jum’at 15 Syawal 1439 H
Jami’ Amirul Mukminin Mu’awiyah bin Abu Sufyan -رضي الله عنهما- di Hafrul Bathin

📋 *Khutbah Pertama*

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, yang berfirman dalam Kitab-Nya
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ {١}الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ{٢}
_”Mahasuci Allah yang diTangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, Yang menciptakan kematian dan kehidupan, untuk menguji kalian, siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya.”_
*[Al Mulk:1-2]*

Dan shalawat serta salam kepada Rasulullah yang bersabda:
إِّنِّي قَد تَرَكْتُ فِيكُم مَا إِن اعْتَصَمتُم به فَلَن تَضِلُّوا أبدًا: كتابُ اللَّهِ وسُنَّة نبِيِّه ﷺ
“Sungguh saya telah tinggalkan untuk kalian sesuatu yang apabila kalian berpegang teguh dengannya, maka tidak akan sesat selama-lamanya: Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya ﷺ .”

صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه وسلم تسليما كثيرا إلى يوم الدين، أما بعد:

Wahai hamba-hamba Allah..
Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, karena itu merupakan wasiat Allah untuk orang-orang pertama dan terakhir, dan itu adalah penyelamat dari berbagai fitnah godaan, dan itu adalah tali pengikat semua kebaikan dan hidayah.
Allah تعالى berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
_”Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.”_ *[Ali Imran:102]*

Wahai hamba-hamba Allah…
Sesungguhnya Allah عزوجل dari hikmah-Nya secara ketentuan takdir dan syar’i telah memberlakukan ujian-ujian dan cobaan-cobaan terhadap keturunan Adam, guna membedakan antara Ahli iman yang berpegang teguh dengan kaidah-kaidah syar’i dibandingkan dengan Ahli Nifaq, lembek dalam beragama dan tidak berpegang teguh dengan kaidah-kaidah syar’i.
Allah تعالى berfirman:
أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ{٢}
وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ{٣}
_”Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman” dan mereka tidak diuji? Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang jujur dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.”_ *[Al Ankabut:2-3]*

Dan Allah telah menjanjikan kepada Ahlul iman dan yang mengikuti Rasulullah ﷺ berupa kesudahan yang baik.
Dan Allah عزوجل berfirman:
ثُمَّ نُنَجِّي رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا ۚ كَذَٰلِكَ حَقًّا عَلَيْنَا نُنْجِ الْمُؤْمِنِينَ
_”Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban Kami menyelamatkan orang yang beriman.”_ *[Yunus:103]*
Dan Allah عزوجل berfirman:
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ رُسُلًا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ فَجَاءُوهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَانْتَقَمْنَا مِنَ الَّذِينَ أَجْرَمُوا ۖ وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ
_”Dan merupakan hak Kami untuk menolong orang-orang yang beriman.”_ *[Ar Rum:47]*

Karena sesungguhnya berpegang teguhnya orang-orang yang beriman dengan keimanannya, dan jujur kepada Allah dalam mengikuti syari’at-Nya, dan tegar di atas agama dan Sunnah Nabi mereka ﷺ , pasti Allah selamatkan mereka dari berbagai fitnah godaan, dan Dia menjadikan keselamatan untuk mereka pada setiap perputaran zaman hingga hari kiamat.

※والحق منصور ممتحن ※
فلا تعجب فهذه سنة الرحمن※
※Dan kebenaran itu ditolong serta diuji※
Maka janganlah heran, inilah ketetapan Sang Maha Pengasih※
Dan agar selamat dari berbagai fitnah ada sebab-sebabnya, diantaranya:
Takwa dan sabar.
Allah تعالى berfirman:
وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ
_”Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang yang bertakwa.”_
*[Thaha:132]*
Dan Allah تعالى berfirman:
وَإِنْ تَصْبِرُوا ( -أي: على التمسك بشرع الله و على الأذى فيه- ) وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا ۗ إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ
_”Jika kamu bersabar (-yakni dalam berpegang teguh dengan syariat Allah dan diatas gangguan didalamnya-) dan bertakwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikit pun. Sungguh, Allah Maha Meliputi segala apa yang mereka kerjakan.”_
*[Ali Imran: 120]*

Jadi bersabar dan tegar serta menjauhi sikap mengalah pada urusan agama itu termasuk dari sebab terbesar mendapat pertolongan Allah untuk hamba-hamba-Nya yang beriman, dan sebab terbesar bagi kekokohannya mereka dan guna memperlihatkan agama mereka.
Allah تعالى berfirman:
وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا ۖ وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ
_”Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami selama mereka bersabar dan mereka yakin terhadap ayat-ayat Kami.”_ *[As Sajadah:24]*

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله :
بالصَّبرِ وَاليَقِينِ تُنالُ الإِمَامةُ فِي الدِّينِ
_”Dengan kesabaran dan keyakinan, akan teraihlah kepemimpinan dalam agama.”_

Dan diantara sebab-sebab agar selamat dari fitnah-fitnah godaan -fitnah syahwat dan syubhat- :
Jujur kepada Allah عز وجل karena jika hamba itu jujur kepada Rabb-nya, maka Allah juga jujur terhadapnya.
Allah تعالى berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
_”Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang jujur”_
*[At Taubah:119]*

Wahai hamba-hamba Allah…
Sesungguhnya Allah عز وجل telah memperingatkan kita dari berbagai fitnah-fitnah godaan, dan memperingatkan kita dari menceburkan diri kedalamnya, karenanya dapat membinasakan urusan dunia dan menelantarkan perkara akhirat.
Dan Allah telah memperingatkan kita dari efek buruk akibat fitnah-fitnah dengan berbagai ragamnya, fitnah-fitnah syubhat kerancuan, pendapat, pemikiran yang rusak, perkara-perkara baru dalam agama dan bid’ah-bid’ah, serta fitnah-fitnah godaan syahwat yang merusak.
Allah تعالى berfirman:
وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
_”Dan jagalah diri kalian dari fitnah yang tidak hanya menimpa orang-orang yang dzalim saja di antara kalian. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya.”_
*[Al Anfal: 25]*

Nabi ﷺ bersabda:
تُعْرَضُ الْفِتَنُ عَلَى الْقُلُوبِ كَعَرضِ الْحَصِيرِ عُودًا عُودًا، فَأَيُّ قَلْبٍ أُشْرِبَهَا، نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ، وَأَيُّ قَلْبٍ أَنْكَرَهَا، نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ بَيْضَاءُ، حَتَّى تَصِيرَ عَلَى قَلْبَيْنِ، عَلَى أَبْيَضَ مِثْلِ الصَّفَا فَلَا تَضُرُّهُ فِتْنَةٌ مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ، وَالْآخَرُ أَسْوَدُ مُرْبَادًّا مُجَخِّيًا لَا يَعْرِفُ مَعْرُوفًا، وَلَا يُنْكِرُ مُنْكَرًا، إِلَّا مَا أُشْرِبَ مِنْ هَوَاهُ
“Dihamparkannya fitnah-fitnah di hati-hati itu seperti dihamparkannya permadani selembar demi lembar, maka hati manapun yang menyelaminya, berbekas padanya noktah hitam, dan hati manapun yang mengingkarinya, berbekas padanya noktah putih, sehingga jadilah pada dua hati itu ada yang putih semisal batu yang licin maka tidak membahayakannya fitnah apapun selama masih tegak langit-langit dan bumi, sedangkan hati yang lainnya hitam seperti debu dalam kondisi terbalik, sehingga tidak bisa mengetahui hal yang baik dan tidak juga mengingkari kemungkaran, kecuali apa yang dia ambil dari hawa nafsunya.”
Dan diantara sebab-sebab menangkalnya yaitu menangkal fitnah-fitnah dan agar selamat darinya ialah selalu setia bersama Ulama Rabbani.
Allah تعالى berfirman:
وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ ۖ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَىٰ أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا
_”Dan apabila sampai kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka (langsung) menyiarkannya. (Padahal) apabila mereka mau menyerahkannya kepada Rasul dan ulil amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya (secara resmi) dari mereka (Rasul dan ulil amri). Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepada kalian, tentulah kalian akan mengikuti setan kecuali sebagian kecil saja.”_ *[An Nisa:83]*

Dan yang dapat menolak fitnah-fitnah setelah Rahmat Allah dan Taufiknya serta berpegang teguh dengan iman dan ilmu adalah kembali rujuk kepada para pemegang urusan sesuai dengan bagian bidangnya seperti ulil amri bagian kepemerintahan dan ulil amri yang Ahli dalam ilmu agama yang mendalam dalam bidangnya.

Dan sungguh diantara sebab-sebab yang bisa untuk menolak fitnah ialah senantiasa berdoa dan merendahkan diri kepada Allah dan meminta agar kokoh di atas agama. Allah تعالى berfirman:
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
_”Wahai Rabb kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.”_ *[Ali Imran:8]*

Dan dahulu Nabi ﷺ banyak berdoa kepada Rabbnya dengan berkata:
يَا مُقَلِّبَ القُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلى دِينِكَ
_”Wahai Dzat yang membolak balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamamu.”

Sesungguhnya selamat dari berbagai fitnah godaan itu perkara yang dituntunkan oleh syariat dan keimanan. Dan barangsiapa yang selamat darinya, maka dia termasuk orang-orang yang sukses, dan barangsiapa yang terseret arus fitnah, maka dia termasuk orang-orang yang binasa.

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
بسم الله الرحمن الرحيم
وَالْعَصْرِ{١}إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ{٢}
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ{٣}

_”Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang orang yang beriman, beramal shaleh, saling menasehati dengan kebenaran dan saling menasehati dengan kesabaran.”_ *[Al ‘Ashr:1-3]*

Kita berlindung kepada Allah dari berpalingnya hati dan kesesatan, dan kita meminta keteguhan di atas Agama dan Sunnah.

بارك الله لي ولكم في القرآن الكريم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم. أقول ما سمعتم، وأستغفر الله لي ولكم فاستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم

📋 *Khutbah Kedua*
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه وسلم تسليما كثيرا إلى يوم الدين، أما بعد:

Wahai hamba-hamba Allah..
Sesungguhnya syaithan menggoda manusia ke arah fitnah-fitnah, hawa-hawa nafsu, syubhat-syubhat, dan berbagai syahwat. Dan sebab-sebab keselamatan dari penyesatannya sebagaimana yang telah anda sekalian dengar, dan diantaranya juga:
Saling nasehat menasehati diantara kaum muslimin, saling menasehati antara muslim dengan saudaranya, dikalangan umum dan khusus, semuanya memberi nasehat kepada yang lain, dan saling berwasiat diantara mereka agar bersikap tegak dalam melawan Ahli hawa dan melawan pengusung syubhat-syubhat, dan melawan pengekor syahwat dan kerusakan.

Nabi kita Muhammad ﷺ bersabda:
اَلدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ، قِيلَ لِمَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: ِللهِ، وَلِكِتَابِهِ، وَلِرَسُوْلِهِ، وَِلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ، وَعَامَّتِهِمْ.
_”Agama adalah nasehat, dikatakan untuk siapa wahai Rasulullah: “Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, Pemimpin kaum muslimin dan masyarakat umumnya mereka.”_

Adapun nasehat untuk Allah itu adalah beribadah kepada-Nya, mentaati-Nya, menunaikan perintah-Nya, berhukum dengan syariat-Nya, dan tidak melampaui Al Qur’an dan tidak pula As Sunnah.
Nasehat untuk kitab-Nya adalah tunduk dan berhukum, memutuskan dengan Kitabullah سبحانه وتعالى dan membacanya siang malam.
Nasehat untuk Rasul-Nya adalah mengikuti Sunnah, dan berdakwah kearah Sunnah, dan membelanya.

Nasehat untuk para pemimpin kaum muslimin ialah memberikan nasehat kepada mereka , dan hendaknya seorang muslim menjadi penasehat kebaikan untuk mereka, dekat dengan mereka dalam menunaikan nasehat, dan mengingatkan mereka dengan hak Allah atasnya.
Nasehat untuk keumuman kaum muslimin ialah menebarkan kebaikan dikalangan mereka, memotivasi untuk berbuat baik, dan memperingatkan mereka dari kejelekan dengan seluruh ragam bentuknya, keadaanya dan jenis-jenisnya.

Wahai hamba-hamba Allah..
Berpegang teguhlah dengan wasiat Nabi Muhammad ﷺ , tentu kalian akan beruntung dan bahagia, beruntung di dunia ini dan sukses serta bahagia di akhirat.
اللهم إنا نسألك الهدى والتقى والعفاف والغنى. اللهم إنا نسألك الجنة وما قرب إليها من قول أو عمل، اللهم إنا نعوذ بك من النار وما قرب إليها من قول أو عمل. والحمد لله رب العالمين

📨Mift@h_Udin✍
Kawunganten, Jum’at 14 Dzulqa’dah 1439 H

Sumber:
https://t.co/xi5xM8MsP4
https://mobile.twitter.com/abdulahaldafiri/status/1013982057134022656

💎||https://telegram.me/salafykawunganten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *