HADITS PALSU SEPUTAR SUARA YANG MUNCUL DI RAMADHAN

📜 *PERKATAAN TENTANG HADITS PALSU SEPUTAR SUARA YANG TERJADI DI BULAN RAMADHAN*

_____________🖋
Oleh Asy Syaikh Abdulaziz bin Baz _rahimahullah_.

بسم الله والحمد لله، و صلى الله وسلم على رسوله وعلى آله وأصحابه ومن اهتدى بهداه، أما بعد[¹]:
Sungguh telah sampai kepadaku bahwa sebagian orang-orang bodoh telah membagikan selebaran buletin yang mengandung hadits dusta mengatasnamakan Nabi ﷺ, yang mana isinya ada hadits bohong ini, berikut teksnya:

عن ابن مسعود قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (إذا كان صيحة في رمضان، فإنه يكون معمعة في شوال، وتميز القبائل في ذي القعدة، وتسفك الدماء في ذي الحجة والمحرم، وما المحرم؟ يقولها ثلاث مرات، هيهات هيهات يقتل الناس فيه هرجاً هرجاً، قلنا: وما الصيحة يا رسول الله؟ قال: هذه في النصف من رمضان ليلة الجمعة فتكون هذه توقظ النائم، وتقعد القائم، وتخرج العواتق من خدورهن في ليلة الجمعة، في سنة كثيرة الزلازل والبرد، فإذا وافق شهر رمضان في تلك السنة ليلة الجمعة، فإذا صليتم الفجر من يوم الجمعة في النصف من رمضان فادخلوا بيوتكم، وأغلقوا أبوابكم وسدوا كواكم ودثروا أنفسكم، وسدوا آذانكم، فإذا أحسستم بالصيحة فخروا لله سجداً، وقولوا: سبحان القدوس، سبحان القدوس، ربنا القدوس، فإنه من فعل ذلك نجا ومن لم يفعل هلك).

“Dari Ibnu Mas’ud berkata: berkata Rasulullah ﷺ : ”
“Jika telah muncul suara di bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawal, kabilah-kabilah saling bermusuhan di bulan Dzul Qa’dah, dan terjadi pertumpahan darah di bulan Dzul Hijjah dan Muharram, Dan apa maksudnya Muharram? dia mengatakannya tiga kali, jauh jauh sekali (dari kebenaran), orang-orang dibunuh pada bulan tersebut secara meluas, besar besaran, kami pun bertanya: “Suara apakah itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Suara ini terjadi di pertengahan bulan Ramadhan, pada malam Jumat, sehingga membangunkan orang yang tidur, dan menjadikan jatuh terduduk orang yang berdiri, dan para gadis keluar dari pingitannya, pada malam Jumat di tahun terjadinya banyak gempa dan cuaca dingin, dan jika mendapati bulan Ramadhan pada tahun itu di hari Jum’at, dan bila kalian telah melaksanakan shalat Subuh pada hari Jumat pada pertengahan Ramadhan, maka masuklah kalian ke dalam rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya, sumbatlah lubang-lubangnya, dan selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga kalian. Jika kalian merasakan adanya suara menggelegar, maka menyungkur bersujudlah kalian kepada Allah dan ucapkanlah: “Mahasuci Allah Al-Quddus, Mahasuci Allah Al-Quddus, Rabb kami Al-Quddus”, karena barangsiapa yang melakukannnya, niscaya ia akan selamat, tetapi barangsiapa yang tidak melakukan hal itu, niscaya akan binasa”.

💥 Hadits ini tidak ada landasan yang shahih untuknya, bahkan itu hadits bathil dan dusta. Dan telah berlalu pada kaum muslimin sekian tahun yang banyak, yang sudah menjumpai padanya malam Jum’at di pertengahan bulan Ramadhan, dan belum pernah terjadi _bihamdillah_ apa yang disebutkan oleh pendusta ini berupa suara dan selainnya dari apa yang telah disebutkan. Oleh karena itu dapat diketahui oleh setiap orang yang menelaah pada ucapan ini, bahwasanya tidak boleh mengedarkan hadits bathil ini, bahkan wajib untuk menyobeknya dan menghilangkannya serta memberi peringatan akan kebathilannya. Dan sudah maklum bahwasanya wajib atas setiap muslim untuk bertakwa kepada Allah pada setiap waktu dan memperingatkan terhadap apa yang Allah telah larang darinya sampai ajal tiba.

🍃 Sebagaimana Allah _subhanahu wata’ala_ berfirman kepada Nabi-Nya ﷺ :
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
“Dan sembahlah Rabb-mu sampai datang kepadamu al Yaqin.” [²]
Yang dimaksud dengan al yaqin adalah al Maut/kematian.

🍃Dan Allah _Subhanahu_ berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa. Dan jangan sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan muslim.” [³]

🍃Dan Nabi ﷺ bersabda kepada Mu’adz _radhiallahu ‘anhu_:
اتق الله حيثما كنت وأتبع السيئة الحسنة تمحها وخالق الناس بخلق حسن
“Bertakwalah dimanapun kamu berada dan ikuti kejelekan dengan amal kebaikan yang dapat menghapusnya, dan berakhlaklah kepada orang-orang dengan akhlak yang baik” [⁴]
Dan ayat-ayat serta hadits-hadits tentang wajibnya untuk bertakwa dan istiqomah di atas kebenaran dan memperingatkan dari semua yang Allah telah larang pada setiap waktu baik di bulan Ramadhan atau diselainnya sangatlah banyak sekali.

Semoga Allah memberi taufik untuk kaum muslimin kepada hal yang diridhai-Nya, dan menganugerahi mereka berupa pemahaman dalam Agama, dan melindungi kita serta mereka dari penyesatannya fitnah-fitnah, dan dari kejahatan da’i-da’i penyeru kebathilan, sesungguhnya Dia Maha Dermawan lagi Maha Mulia. _washallallahu ‘ala nabiyina Muhammad wa Alihi washahbihi_

*Mufti Umum Kerajaan Saudi Arabia*
*Dan Ketua Badan Ulama Besar dan Departemen Riset Ilmiah dan Fatwa*

_____________
[¹]Kalimat ini dikeluarkan dari Samahat Syaikh pada tanggal 12/9/1414 H dan disebar pada media berita koran lokal.
[²] QS Al Hijr:99
[³] QS Ali Imran: 102
[⁴] HR Ahmad pada Musnad Al Anshar _radhiallahu ‘anhum_, hadits Mu’adz bin Jabal _radhiallahu ‘anhu_ no.20847

🛄Sumber:
||https://binbaz.org.sa/old/28453

📨Mift@h_Udin✍
Kawunganten, 13 Ramadhan 1439 H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *