Catatan yang sedikit tentang Imam Ahmad bin Hanbal IMAM AHMAD BIN HANBAL

📜 CATATAN YANG SEDIKIT TENTANG IMAM AHMAD BIN HANBAL💡

_____🖊
AL IMAM  AHMAD BIN HANBAL  rahimahullah (164-241H)

🍃 Dia Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal Adz Dzuhli Asy Syaibani Al Marwazi lalu Al Baghdadi.

Diantara guru-gurunya:
Sufyan bin Uyainah, Al Qadhi Abu Yusuf, Waki’, Abdurrahman bin Mahdi, Asy Syafi’i, dan lain-lain banyak.

Dan mengambil riwayat darinya diantara guru-gurunya: Abdurrazaq, Asy Syafi’i, dan lain-lain.

Dan diantara murid-muridnya: Al Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud.

Dan termasuk rekan-rekannya: Ali ibnul Madini, Yahya bin Ma’in, dan lain-lain.

🍂 Sungguh Adz Dzahabi telah menuliskan biografi beliau dalam Tarikhul Islam dengan biografi yang panjang dan diantara yang dia torehkan didalamnya ialah ucapan
🌷Al Imam Asy Syafi’i _rahimahullah_ :
“Saya keluar dari Baghdad, dan tidaklah aku tinggalkan di sana seorangpun yang lebih utama, dan tidak pula yang lebih berilmu, faqih, dan bertakwa dari pada Ahmad” dan ia berkata: “Belum pernah aku melihat yang lebih berakal dari Ahmad”

🌷 Dan berkata Ishaq bin Rahawaih: “Dan tidak pernah Asy Syafi’i melihat orang yang semisal Ahmad bin Hanbal.”

🌷 Dan berkata Ibnu Ma’in: “Aku belum pernah melihat orang yang seperti Ahmad” [①]

🌷 Dan berkata Ibnu Katsir rahimahullah :
“Dan sungguh Ahmad bin Hanbal telah berkeliling keberbagai negri dan wilayah, dan mendengar dari para syaikh pada masa itu, dan dahulu mereka memuliakan dan menghormatinya saat beliau menyimak mereka.”
Kemudian berkata lagi: “Dan sungguh Asy Syafi’i telah berkata kepada Ahmad tatkala berjumpa dengannya dalam perjalanan yang kedua menuju Baghdad tahun 190 H- dan usia Ahmad pada saat itu lebih dari 30 tahunan,
🌷 berkata Asy Syafi’i kepadanya: “Wahai Abu Abdillah, jika ada hadits shahih padamu, beritahulah aku tentangnya yang mana aku akan pergi kearahnya; baik itu di Hijazkah adanya atau di Syam atau di Iraq, maupun di Yaman.”
🍂 Lalu berkata Ibnu Katsir rahimahullah menggandengkan dengan ucapan yang tadi: “Dan ucapan Asy Syafi’i kepadanya ini merupakan ucapan penghormatan terhadap Ahmad, dan pemuliaan untuknya, dan bahwasanya beliau disisinya berada pada kedudukan ini, yaitu bila sahih atau dhaif dia akan merujuk kepadanya.”

💺Dan sungguh dahulu Al Imam (Ahmad) berada pada kedudukan yang baik ini disisi para Imam dan Ulama, sebagaimana akan datang penyebutan pujian para Imam kepadanya, dan pengenalannya mereka kepada beliau berupa kedudukan nan tinggi, dalam hal ilmu dan hadits, sungguh telah menggema suaranya pada zamannya, dan terkenal namanya di tempat tumbuh kembangnya ke berbagai penjuru.” [②]

Kemudian menyebutkan sejumlah kalimat tentang keutamaannya dan perjalanan hidupnya serta pujian para Imam kepadanya.

Semoga Allah merahmatinya dengan rahmat yang luas, dan ridha terhadapnya, dan memberikan untuknya balasan yang baik.

Dan diantara bagusnya apa yang disebutkan oleh Ibnu Katsir pada biografinya ialah hadits:
نسمة المؤمن طائر تعلق في شجر الجنة
“Ruhnya mukmin itu berada pada burung yang melekat di pohon Surga.”

Dan sungguh Imam Ahmad telah meriwayatkannya dari Imam Asy Syafi’i dan dari Imam Malik kemudian dia menyebutkan sanad-sanad. [③]

___________
[①] Tarikhul Islam karya Adz Dzahabi (Wafat-wafat pada tahun 201.210 H/hal.315)
[②] Lihat Tarikhul Islam (Wafat-wafat pada tahun 241-250H/hal.71-72)
[③] Al Bidayah Wan Nihayah (10/340-341)

___________
📨Mift@h_Udin✍️
Kawunganten, Ahad 26 Rabi’ul Akhir 1439H

Sumber:
🌍||http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=141

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *