BEDA JIHAD DAN TERORISME

IMG-20170122-WA0001

PERBEDAAN ANTARA JIHAD DAN TERORISME

 

 

✒___________

 

☁ الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه أما بعد:

 

Sungguh saya senang sekali bisa bersama kalian pada malam hari ini di Nadi Shaifi untuk mengetahui perbedaan antara jihad dan terorisme.

Dan pembahasan ini sangat penting karena sesuatu itu terkadang sangat menyerupai sekali semisal dua hal ini yang ada dihadapan saya berupa juz buah ini, satu produk, bahan pembentukannya satu, dalam keliling dan panjangnya dan segalanya,  namun diantara keduanya ada perbedaan, yang ini juz hijau dan yang ini juz kuning.

Dan begitu juga terorisme terkadang menyerupai jihad sehingga banyak dari para pemuda tidak mampu membedakan keduanya.

Sebagai permisalan Mujahid membunuh dan Teroris membunuh, Mujahid bertakbir ketika menembak dan Teroris kita mendapatinya pula bertakbir ketika membunuh dan menyembelih..

▪ Mujahid kita melihatnya dalam gambaran orang yang shalat dan membaca Al Qur’an dan Teroris juga kita melihatnya dalam gambaran orang yang shalat dan membaca Al Qur’an..

▼ Mujahid berkata saya ingin menolong Islam dan Teroris berkata saya ingin menolong Islam..

Mujahid berkata saya ingin Surga dan Syahid dan Teroris berkata sama-sama..

✔ Jadi inilah kemiripan diantara keduanya yang itu menjadikan banyak dari putra-putra kita yang tidak mampu atau bingung untuk membedakan antara keduanya padahal diantara keduanya ada perbedaan-perbedaan yang besar sekali.

Dan sebelum saya memulai tentang perbedaan-perbedaan itu, saya suka untuk memberikan kilasan singkat tentang hikmah jihad dalam Islam. Mengapa disyariatkan jihad dalam Islam? Mari kita kembali menengok kebelakang pada masa yang lampau sekali. Dimanakah Adam dan Hawa? Dahulu di Surga tatkala dalam kenikmatan dan kenyamanan dan semua apa saja yang diinginkan oleh seorang insan. Lalu keduanya memakan dari bagian pohon yang telah dilarang untuk memakannya, maka Allah keluarkan mereka menuju bumi dengan mengalami lelah dan sakit dan kekhawatiran dan mendapat beban berkenaan halal dan haram..dan seterusnya.

Dan Adam adalah seorang Nabi, maka dia didik anak-anaknya dan keturunannya diatas Tauhid,  dan berlanjutlah manusia sebagai Ahlitauhid sekira 1000 tahun, kemudian muncul syirik di bumi, dengan sebab penyembahan kepada patung-patung.

 

☁ Maka Alloh utus Nuh ‘alaihissalam hingga mengembalikan orang-orang kepada Tauhid, karena siapa saja yang meninggal diatas Tauhid kembali ke Surga dan siapa yang meninggal diatas syirik, maka Allah haramkan baginya Surga dan Allah mengekalkannya di Neraka _wal’iyadzubillah_.

▪ Dan terus berlangsung para Rasul diatas hal ini sehingga tiba terakhirnya mereka yaitu Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dia seru manusia kepada Tauhid dan memperingatkan mereka dari syirik yakni ibadah kepada selain Allah seperti berdo’a kepada patung-patung, istighatsah kepada orang yang telah mati, maka penduduk Makkah menyakitinya dan membunuh sebagian shahabatnya, lalu mereka memaksa untuk meninggalkan Makkah,  maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabatnya hijrah ke Madinah dan berlanjutlah Nabi berdakwah mengajak orang-orang kepada Tauhid yang dapat memasukkan mereka ke Surga dan memperingatkan mereka dari syirik yang dapat memasukkan mereka ke Neraka.

Maka bangkitlah Quraisy dan sebagian musyrikin dan berkata kami tidak mengijinkan kalian berdakwah kepada tauhid dan tidak pula peringatan dari syirik, sampai-sampai mereka menyiksa sebagai upaya menghadang orang-orang dari tersampaikannya dakwah tauhid, sehingga Allah syariatkan jihad kemiliteran agar hilang penghalang-penghalang yang menentang yang menolak supaya tersebarnya kebaikan.

Dan sampai _saya berikan penggambaran guna mendekatkan pemahaman kepada kalian_. Kalau seandainya ada sebuah keluarga yang lengkap ada para lelaki, wanita, anak-anak balita, orang tua dan kecil, kebakaran besar menahan mereka dalam suatu rumah,  datanglah Pemadam Kebakaran dan berusaha menyelamatkan keluarga tersebut dari api, lalu salah satu dari mereka menentang dengan keras dan berkata Saya tidak mengijinkan kalian untuk memadamkan kebakaran! Apa pendapat kalian terhadap orang ini?

 

⁉ Bukankah seharusnya dia mendapatkan hukuman yang berat? tidak diragukan lagi jawabannya tentu Iya. Bahkan terkadang kalian katakan berhak untuk dibunuh karena kini dia telah menjadi sebab untuk terbunuhnya puluhan jiwa-jiwa secara terbakar.

Dan begitulah jihad disyariatkan bertujuan untuk kebaikan-kebaikan yang besar, dan inilah yang paling menonjol dalam kebaikan-kebaikannya, jadi Islam tidak mensyariatkan jihad bertujuan untuk membunuh dan menumpahkan darah dan mencabut ruh-ruh, dan dalilnya bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memberi wasiat komandan ketika diutusnya untuk berjihad dengan mengatakan Serulah ajaklah musyrikin masuk Islam,  jika mereka berIslam,  maka tahan dari mereka yakni alhamdulillah jika berislam  jadilah mereka saudara kita dan ini puncak cita, jika enggan maka tuntut dari mereka jizyah yakni jika negeri dibawah hukum muslimin dan mereka bersikukuh tetap diatas agama mereka dan mereka membayar kepada daulah tahunan, sedangkan kita muslimin menjaga mereka dari musuh-musuh dari dalam dari putra-putra negeri atau dari musuh luar kalau menyerang mereka ini.

 

[◽] Dan jika menolak Islam dan menolak setuju tanpa protes terhadap aturan Islam,  dan mereka tetap diatas jalannya,  maka tidak ada yang tersisa disana kecuali perang,  karena mereka dengan begitu telah mencegah orang-orang yang berada dibelakang mereka dan dibawah kekuasaan mereka untuk tersampaikannya risalah Islam kepada mereka itu dengan jelas dan murni..

Dan demikian juga Beliau mewasiatinya dengan berkata _(Jangan kalian bunuh wanita dan jangan pula anak-anak)_ yakni anak yang belum baligh _(Jangan kalian bunuh kakek yang tua)_ yakni sudah tua umurnya yang tidak mampu turut serta.

 

⛔ Dan Beliau melarang mereka pula dari membunuh pendeta/rahib yang mengasingkan diri dari orang-orang dalam pertapaan guna beribadah

_padahal seiring dengan bahwasanya ibadah mereka itu bathil_

 

▲ Dan maksud saya dalam hal ini ialah bahwa wasiat-wasiat ini semuanya semakin menguatkan bahwa tujuan jihad bukanlah haus menumpahkan darah dan bukan pula perang untuk membunuh dzat orangnya,  karena jika tidak begitu tentunya beliau akan berkata Bunuhlah setiap yang kalian temui dari musyrikin dan para kafir dan Yahudi dan Nashrani dan jangan sisakan seorangpun.

Begitu juga bukan maksudnya memaksa manusia secara paksa untuk masuk kedalam Islam, dan kalaulah tidak demikian, mengapa mereka dibiarkan dan diminta darinya jizyah, dan inilah makna firman-Nya ta’ala _(Tidak ada paksaan dalam Agama)_ dan satu kondisi yang mana dipaksa seorang insan padanya untuk masuk Islam,  jika tidak mau dibunuh yaitu seorang muslim jika keluar dari Islam wal ‘iyadzubillah berdasar sabdanya shollallohu ‘alaihi wasallam _(Barangsiapa yang mengganti agamanya,  maka bunuhlah)_.

 

[✔] JADI Jihad kalau begitu disyariatkan sebagai rahmat untuk para hamba dan bukan sebagai musibah bencana dan siksaan bagi mereka.

Dan sekarang setelah kita memahami sekilas tentang jihad dan terorisme, kita akan mulai berbicara mengenai perbedaan antara jihad dan terorisme, namun saya masih punya satu pertanyaan:

 

⁉ Apakah mengenali perbedaan diantara keduanya itu perkara darurat dan padanya terdapat nilai penting?

JAWAB iya darurat,  karena syubhat/kesamaran/kerancuan diantara keduanya besaar, dan perbedaan dalam buah hasil pada masing-masing dari keduanya pun besaar. Adapun Jihad mengantarkan kepada kemuliaan Islam dan Muslimin sedangkan Terorisme menyeret kepada kelemahan muslimin dan terkuasainya mereka oleh musuh. Dan Jihad menyampaikan kepada ridha Allah dan Surga, sedangkan Terorisme menyampaikan kepada murka Allah dan Neraka.

 

Lalu sebagai permisalan saja, andai kamu memiliki dirumah seorang nenek yang sudah tua dan dia punya obat-obatan yang banyak dan sebagiannya ada yang harus  dia ambil darinya 1 tablet dan sebagiannya lagi harus dia ambil 2 tablet, dan padanya ada obat-obatan yang diletakan dikulkas yang bukan untuknya bahkan untuk orang lain, sedangkan dia tidak bisa membaca. Oleh sebab itu, kalau kamu katakan padanya _Saya akan memberikan untukmu tanda pada masing-masing jenisnya dengan tanda warna-warna misal saja sehingga tidak salah yang diambil padanya dan tidak membahayakan dirimu_ tentunya hal ini merupakan usulan ide yang cemerlang bahkan sangat dibutuhkan guna menyelamatkan kehidupannya.

 

[◽] Sedangkan kalian dalam usia-usia ini termasuk target tujuan dari organisasi-organisasi pergerakan terorisme untuk merekrut kalian bergabung kepadanya dan mengikat kalian untuk turut serta didalamnya. Mereka tidak semangat terhadap orang yang berusia tua,  bahkan mereka bersemangat terhadap para pemuda semisal kalian pada jenjang Mutawashith dan jenjang Tsanawi (semisal SMA SMP pent).

 

[✔]  Sehingga sangat darurat sekali untuk kalian bisa membedakan antara dua jenis ini agar kalian tidak terjatuh dalam terorisme.

Dan sekarang menuju ke perbedaan-perbedaan:

 

1⃣  Perbedaan Pertama:

 

▪ Mujahid berjihad dengan izin waliyul amr/pemerintah karena jihad bagian dari perjanjian-perjanjian milik penguasa, dia yang mengumumkan perang dan dia yang mengumumkan perdamaian.

 

▪ Dan dalilnya bahwa para Shahabat dahulu tidak berjihad kecuali dengan perintah dari Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam dan orang-orang setelah beliau, mereka tidak berjihad kecuali dengan perintah para khalifah karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata (Pemimpin adalah perisai, berperang dari belakangnya)  yakni tidak berperang kecuali setelah mendapat izinnya dan perintahnya. Sehingga tidak akan pernah kita mendahuluinya dalam pengumuman perang terhadap seorangpun.

▪ Sedangkan teroris, maka dia berperang  dengan tanpa izin waliyul amr/pemerintah, karena dia tidak menginginkan jihad yang benar syar’i,  bahkan dia ingin kekacauan dan fitnah-fitnah dan penumpahan darah saja.

▪ Bahkan teroris sebenarnya kamu telah mendapatinya mengkafirkan waliyul amr/pemerintah muslimin dan memeranginya hingga diganti dengan orang dia akan berperang berada dibawah benderanya, dia memeranginya dan menumpahkan darah tentara-tentaranya dan rakyatnya.  wal’iyadzubillah.

2⃣ Perbedaan Kedua:

▪ Mujahid meminta izin kedua orang tuanya dalam selain jihad yang fardhu ‘ain. Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan sejumlah orang dari para Shahabat  untuk kembali ke bapak-bapak dan ibu-ibu mereka setelah mereka datang dari perjalanan jauh untuk berjihad dengan tanpa izin kedua orang tua mereka atau karena adanya hajat pada bapak-bapak dan ibu-ibu mereka kepada mereka

▪ Adapun teroris tidak akan pernah meminta izin kedua orang tuanya karena dia mengetahui bahwa terornya yang akan dia lakukan tidak diterima seorangpun yang memiliki agama atau akal yang selamat atau fitrah yang bersih. Dan dia tidak suka untuk terbuka urusannya sehingga dia harus merahasiakannya sampaipun dari orang yang terdekat dengannya.

▪ Dan tidak cukup pada sebagian para teroris dengan membuang minta izin, bahkan mereka berdusta kepada bapak-bapak dan ibu-ibu mereka, maka mereka bilang kami pergi untuk umroh, untuk jalan-jalan dan sejenis itu, lalu mereka menghilang hingga nanti didapati mereka melakukan kegiatan bom di dalam negeri atau mereka terjun ke tempat-tempat kekacauan dan paling keji dari hal itu ada teroris yang bertindak membunuh kedua orang tuanya atau salah satunya-wal ‘iyadzubillah, dikarenakan keduanya tidak menyepakati dia dalam manhaj caranya sehingga dia bunuh keduanya,  sebab keduanya dalam pandangan dia yang jelek itu sebagai dua orang yang kafir murtad memusuhi Allah dan Rasul-Nya dan keduanya membenci jihad dan membenci mujahidin padahal seiring Allah ta’ala perintahkan untuk berbakti kepada dua orang tua dan larangan mengatakan kepada keduanya Uff meskipun keduanya orang kafir, bahkan meskipun keduanya mencurahkan semua jerih payahnya dan kemampuannya dalam memurtadkan anak mereka dari Islam.

3⃣ Perbedaan ketiga:

▪ Mujahid memerangi para kafir dan musyrikin berdasar firman Allah ta’ala _(Perangilah orang-orang kafir yang disekitar kalian itu)_ dan berdasar firman-Nya ta’ala _(Perangilah orang-orang musyrik seluruhnya)_ ,

▪ Adapun Teroris sesungguhnya mereka memerangi muslimin sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkenaan tentang mereka _(Mereka memerangi Ahlul Islam dan membiarkan penyembah berhala)_ oleh karena ini, kita dapati mereka membunuh para polisi petugas keamanan dan melakukan pengeboman di masjid-masjid dan membunuh orang yang bertauhid dan orang-orang yang shalat padahal Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata _(Saya melarang dari membunuh para orang yang shalat)_. Iya, memang didapati mereka berbuat kejahatan di negeri kafir akan tetapinya sangat sedikit sekali bila dibandingkan dengan kejahatan mereka yang diarahkan untuk melawan muslimin.

4⃣ Perbedaan keempat:

▪ Mujahid menjaga negerinya muslim dan atas keamanannya dan keberlangsungannya dan oleh karena ini dia menjaga perbatasan-perbatasan dan menjaga keamanan orang-orang di pasar-pasar dan taman-taman dan tempat berkumpul dan jalan-jalan perlintasan safar dan selainnya dan berharap termasuk golongan Ashabul ‘uyun (mata yang berjaga-jaga) yang api neraka tidak akan menyentuhnya, karena ia menghabiskan malam untuk menjaga muslimin dan begadang guna keamanan dan istirahatnya mereka.

▪ Adapun teroris maka sesungguhnya dia merusak keamanan di negeri muslim dan memunculkan padanya rasa takut dan ngeri sampaipun tempat yang aman dan tenang yaitu masjid-masjid tidak luput dari kejahatan-kejahatan mereka. Dan oleh sebab ini sekarang, selalunya kita melihat mobil-mobil patroli keamanan di pintu-pintu masjid-masjid pada hari Jum’at dan sebabnya  hal itu ialah karena begitu seriusnya mereka para teroris khawarij untuk merusak keamanan dan menteror muslimin yang aman.

5⃣ Perbedaan Kelima:

▪ Sesungguhnya mujahid mengambil fatwa-fatwanya dan hukum-hukum jihadnya dari sumber-sumber terpercaya dikenal tentang keilmuannya yang mumpuni dalam Kitab dan Sunnah dan Aqidah, Fiqhi dan hadits, dia mengambil fatwa-fatwanya dari orang semisal Samahat Mufti (Ketua Dewan Fatwa) dan Samahat Syaikh Shalih al Fauzan dan dari Lajnah Daimah lil ifta (Lembaga Tetap Dewan Fatwa) dan dari Haiah Kibaril Ulama (Badan Ulama besar).

[◽] Berfirman Allah ta’ala _(Bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui)_ dan tatkala jihad itu padanya terdapat pertumpahan darah dan bukan urusan yang gampang ringan,  maka sudah seharusnya seorang muslim untuk berhati-hati didalamnya. Karena Khawarij tentunnya mereka membunuh muslimin dengan tanpa hak,  sehingga mereka masuk Neraka dan Allah ubah mereka di Neraka dalam bentuk rupa anjing-anjing. wal ‘iyadzubillah

⚠ Adapun teroris karena sebenarnya dia itu tidak punya perhatian serius terhadap aturan syariat, dan tidak terhadap halal dan haram, secara sejatinya dia itu tidak peduli dari siapa dia ambil fatwa-fatwanya, yang penting bahwa fatwa itu sesuai dengan hatinya,  dan oleh karena ini kita melihat mereka meminta fatwa dari seorang pemuda kecil semisal mereka, dan mencari fatwa dari para orang bodoh semisal mereka atau lebih muda dari mereka, dan mereka mengambil fatwa-fatwa dari orang-orang yang majhul yang tidak dikenal. Dan anehnya bahwasanya ini orang-orang yang tidak mencari fatwa dari Ulama dalam masalah agama dan mencari fatwa dari para jahil semisalnya, Kalau seandainya ada gigi taringnya sakit sekali dia tidak akan pernah pergi untuk mengobatinya ke tukang ledeng atau ahli mekanis, bahkan akan pergi ke dokter gigi, karena dia spesialis, maka kalian lihatlah, bagaimana bisa gigi atau sehatnya badan lebih penting bagi mereka dari pada agamanya wal ‘iyadzubillah.

☝?Jadi inilah wahai anak-anak yang mulia,  lima dari bagian terpenting perbedaan-perbedaan antara jihad dan terorisme. Maka waspadalah kalian dari da’i-da’i khawarij dan kekacauan yang menginginkan kalian ada dalam jihad,  padahal maksud mereka dengan itu adalah bergabung kepada khawarij dan organisasi-organisasi pergerakan terorisme. Jangan tertipu kalian dengan mereka dan jangan kalian dengarkan mereka!

Dan jadilah kalian orang yang dekat dengan orang tua kalian dan saudara-saudara kalian dan sejumlah keluarga kalian dan jangan menyendiri dari mereka karena mengasingkan diri dan menyepi termasuk sebab-sebab terpenting yang memudahkan para teroris menjadikan para pemuda ke arah terorisme.

[✔] Dan jadilah kalian orang yang memuliakan para penguasa kalian,  karena Demi Allah jalla wa’ala terhamparkannya  keamanan ini dan ketenangan dari utara hingga ke selatan dan dari daratan hingga ke lautan melalui penanganan mereka, maka bagi mereka berhak mendapat dari kita do’a yang baik dan syukur dan mendengar dan taat dalam hal yang baik dalam keadaan semangat maupun terpaksa dan dalam keadaan mudah dan susah.

 

[◽] Akhirnya, saya berterima kasih kepada kalian semua atas keseriusannya, perhatiannya dan bagusnya sambutan kalian,  menunjukkan atas bagusnya pemahaman dan begitu cermatnya dalam mengikuti.

 

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

 

✍DR. Ali bin Yahya Al Haddady

Ustadz yang mengabdi di Qismu Sunnah Kuliah Ushuluddin-Universitas Imam Muhammad bin Su’ud Al Islamiyah

An Nadi Shaifi

di Ma’had al ilmi di Daerah Al Jouf di Propinsi Sakaka

Hari Ahad 4/11/1437H

Mift@h

Kawunganten,  20 Rabiuts Tsani 1438H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *