Sunnah yang Hilang (Masjidulbait)

Sunnah yang hilang ; Membuat Masjid di Rumah
(Untuk Ibadah Sunnah Nawafil)

 

✏ DEFINISI :

✔ Masjid Rumah : adalah tempat yang dijadikan dan disiapkan oleh pemilik rumah untuk shalat sunnah, nawafil, membaca Al Quran dan dzikir kepada Allah _azza wajalla_.

✏ HUKUMNYA :

✔ Membuat masjid-masjid dirumah-rumah adalah Sunnah Mustahab, bagi para lelaki dan wanita sama batasannya.

Berkata Ibnu Abidin : “Disunnahkan bagi para lelaki juga untuk mengkhususkan suatu tempat dari rumahnya guna shalat nafilah.“(Hasyiah Ibnu Abidin 2/441).

 

– DALIL-DALIL DISYARIATKANNYA –

1⃣ Masuk dalam keumuman firman Allah ta’ala :

{ وَاجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ ) { يونس : 87 )

… dan jadikanlah oleh kalian rumah-rumah kalian itu tempat shalat dan dirikanlah shalat serta berilah kabar gembira bagi orang-orang yang beriman.” (QS Yunus:87)

 

2⃣ Dan menunjukkan akan hal itu berupa riwayat Imam Ibnu Majah dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu :

[▲] “Bahwa ada seorang lelaki dari kalangan Anshar mengirim pesan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam agar datang guna menggaris sebagai masjid di dalam rumahku yang aku akan shalat padanya, dan itu setelah kebutaanku,  lalu beliau datang dan melakukannya.” (Shahih Ibnu Majah 755).

 

3⃣ Dan riwayat Imam Bukhari bahwasanya ‘Itban bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata:

[▲] “Wahai Rasulullah, Aku ingin anda mendatangiku lalu mengerjakan shalat di rumahku, yang aku jadikan nantinya sebagai tempat shalat”. Dia berkata: “Berkata padanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Akan saya lakukan in-syaAllah”. Berkata ‘itban: “Keesokan harinya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan Abu Bakar datang, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meminta ijin, akupun mengijinkannya,  belum duduk sehingga masuk kedalam rumah kemudian berkata,Dimana tempat yang kamu sukai untuk diriku shalat di rumahmu?” Maka aku (‘Itban) menunjuk ke satu pojok rumah. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri dan takbir(disitu). Dan kami berdiri berbaris di belakang beliau. Beliau mengerjakan shalat dua rakaat lalu salam”. (Al Bukhari : 407).

 

4⃣ Dan masuk dibawah hadits-hadits yang banyak yang terdapat dorongan untuk shalat nafilah/sunnah di rumah,  diantaranya:

Dari Zaid bin Tsabit radhiallahu ‘anhu : Bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Atas kalian untuk shalat di rumah-rumah kalian,  karena sebaik-baik shalatnya lelaki itu di rumahnya kecuali shalat wajib/maktubah.

Dari Abdullah bin Sa’d radhiallahu ‘anhu berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mana yang lebih utama shalat dirumahku atau shalat di masjid?” Beliau menjawab: “Apakah kamu tidak melihat rumahku betapa dekatnya dari masjid,  tentulah aku shalat dirumahku lebih aku sukai daripada aku shalat di Masjid,  kecuali untuk shalat wajib/maktubah.” (Shahih, shahih Abu Daud 205, Shahih ibnu Majah 1378, al Irwa 2/190, shahihutarghib watarhib 439).

✔ Dan sudah dimaklumi bahwa petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan sunnah-sunnah dan tathawu’ di rumah kecuali ada halangan, sebagaimana petunjuknya melakukan shalat fardhu di Masjid,  kecuali ada rintangan berupa safar, sakit atau selainnya dari perkara yang menghalanginya kemasjid. (Zaadul Ma’ad 1/298)

 

5⃣ Dan menunjukkan atasnya yaitu perbuatan Salaf terhadap ibadah ini dan bahkan terkenal dikalangan mereka :

Dan sungguh telah berkata Al Hafidz ibnu Hajar dalam Fathulbari menjelaskan pada Bab [Masjid-masjid di rumah-rumah], termasuk shahih :

[▲] “Dahulu termasuk kebiasaan Salaf mereka membuat di rumah-rumah mereka tempat-tempat disiapkan untuk shalat padanya.” kalaulah anda merujuk kesemua penjelasan ucapannya, maka itu penting.

✔ Dan telah diriwayatkan dari sekian banyak Salaf bahwasanya mereka menjadikan dirumah-rumah mereka masjid-masjid, yang mereka khususkan untuk dzikir,  shalat nawafil/sunnah dan selain itu,  dan diantara atsar-atsar ini:

Hadits riwayat al imam Bukhari dari Aisyah radhiallahu ‘anha dalam kisah hijrahnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan shahabatnya ash shidiq Abu Bakar radhiallahu ‘anhu ke Madinah dan padanya terdapat ucapan Aisyah berkenaan Abu Bakar ash shidiq yang membangunkan putrinya sebuah masjid dihalaman rumahnya, dan ia shalat didalamnya dan membaca al Qur’an. (Al Bukhari 3905).

[] dan akan hal itu, maka Abu Bakar ash shidiq radhiallahu ‘anhu dialah orang pertama yang membangun masjid dirumahnya.

Dan berkata Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu :

[▲] “Barangsiapa yang ingin bergembira berjumpa dengan Allah besok dalam keadaan muslim, maka peliharalah shalat lima waktu saat diserukan untuk menjalankannya.”

[] Sesungguhnya Allah azza wajalla telah mensyariatkan untuk Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam sunnah-sunnah/ jalan-jalan hidayah, dan shalat lima waktu itu termasuk dari sunnah-sunnah/jalan-jalan hidayah.

☝ Dan saya tidak menghitung salah seorang dari kalian kecuali dia memiliki masjid (masjid rumah) yang dia shalat disitu dirumahnya (shalat Sunnah), jadi jika kalian mengerjakan shalat (lima waktu) di rumah-rumah kalian dan kalian meninggalkan masjid-masjid kalian (masjid umum), pastilah kalian telah meninggalkan sunnah Nabi kalian,  dan jika kalian meninggalkan sunnah Nabi kalian,  tentulah kalian sesat.

Dan tidaklah ada dari seorang hamba muslim yang berwudhu lalu memperbagus wudhunya,  kemudian berjalan menuju shalat,  melainkan Allah azza wajalla tetapkan untuknya pada setiap langkahnya yang dia melangkah sebagai kebaikan dan mengangkat dengannya derajat atau menghapus darinya kesalahan,

“Dan sungguh saya telah menyaksikan kedekatan antara kesalahan, dan sungguh saya telah menyaksikan dan tidaklah orang yang selalunya terbelakang darinya kecuali munafik yang dikenal kenifakannya, dan saya telah melihat seorang lelaki yang dipapah oleh dua orang sehingga dia diberdirikan di shaf.” (Shahih Abu Daud 559, Ibnu Majah 777, An Nasai 849, al Irwa’ 488)

✔ Dan ucapan beliau :  “Dan saya tidak menghitung salah seorang dari kalian kecuali dia memiliki masjid (masjid rumah) yang dia shalat (sunnah) disitu dirumahnya.”

☝Hal diatas merupakan dalil yang menunjukkan akan terkenalnya perkara ini dikalangan para Salaf, dan itu dalil atas tersebarnya masjid-masjid di rumah-rumah pada masa Salaf Shalih radhiallahu ‘anhum.

Dan ini Abdullah bin Ruwahah radhiallahu ‘anhu juga membuat masjid di rumahnya, sebagaimana Ibnu Abi Syaibah telah meriwayatkan hal itu dalam Al-Mushannaf. Dan dahulu dia jika masuk rumahnya shalat dua rakaat, dan jika keluar shalat dua rakaat, sebagaimana dalam atsar yang telah dishahihkan oleh al Hafidz ibnu Hajar dalam Al-Ishabah.

Dan diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushanaf bahwa Abu Majlam radhiallahu ‘anhu -sungguh telah dijadikan sebagai masjid dalam rumahnya, dan sering dia shalat di dalamnya dengan istrinya dan anak-anaknya secara berjamaah.

Dan Juwairah radhiallahu ‘anha-membuat masjid dirumahnya sebagaimana riwayat Imam Muslim dalam shahihnya.

Dan Zainab radhiallahu ‘anha juga membuat masjid dalam rumahnya sebagaimana diriwayatkan hal itu oleh imam Muslim dalam shahihnya seperti itu.

Dan ini Abu Thalhah al-Anshari radhiallahu ‘anhu membuat dalam rumahnya masjid,  dan mengirim pesan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam agar shalat didalamnya.

Dan ini Ummu Humaid radhiallahu ‘anha memerintahkan untuk dibangunkan baginya masjid ditempat ujung dari rumahnya yang paling gelap, yang dia gunakan untuk shalat didalamnya sampai ia wafat berjumpa Allah azza wajalla.(Shahihutarghib wa Tarhib 340).

Dan ini Abdullah bin Salam radhiallahu ‘anhu -dulu dia mempunyai masjid dirumahnya, dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah shalat didalamnya.  (Al Bukhari 6910).

Dan Ibrahim an Nakha’i rahimahullah dahulu dia memiliki masjid dirumahnya juga.

☝Sehingga jelaslah dari itu semua terkenalnya masjid-masjid di rumah-rumah disisi Salaf.

Dan Imam Al Bukhari telah membuat bab dalam shahihnya: [Bab masjid-masjid di rumah-rumah, dan telah shalat Al Bara’ bin Azib dalam masjid dirumahnya berjamaah], dan begitu pula Imam Ibnu Majah : [Bab masjid-masjid di rumah-rumah].

BENTUKNYA
▪ Bisa saja bentuknya masjid rumah -ruangan yang sempurna dari bagian rumah yang dijadikan masjid atau tempat tertentu yang dikhususkan pada salah satu sisi ruangan dari ruangan-ruangan di rumah.


⁉ APAKAH BERLAKU HUKUM MASJID UMUM ??

[] Sekali-kali tidak, tidak ada untuk masjidulbait itu hukum masjid umum, sehingga tidak disunnahkan ketika masuk kepadanya shalat dua rakaat sebagai tahiyatul masjid, dan tidak digunakan untuk i’tikaf, dan boleh berdiam padanya wanita haid dan orang junub, dan boleh masuk orang yang makan bawang putih atau merah, dan boleh menjual jika dijual rumahnya, sehingga meskipun dia jadikan sebidang tanah sebagai tempat khusus untuk shalat dalam rumah,  tidak menjadikannya berubah sebagai wakaf lillah yang terlarang untuk menjualnya.

✔ Namun disukai untuk seorang muslim shalat dua rakaat ketika masuk kedalam rumah dan dua rakaat ketika keluar rumah, berdasar riwayat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Jika kamu akan keluar dari rumahmu, shalatlah dua rakaat yang dapat mencegahmu dari tempat keluar yang jelek, dan jika kamu masuk kerumahmu, shalatlah dua rakaat yang dapat mencegahmu dari tempat masuk yang jelek.” [Ash Shahihah 1323]

✔ Banyak atsar-atsar dan kisah-kisah yang teriwayatkan dari Salaf, yang menumbuhkan sikap kagum karena kuatnya ikhlas mereka dalam hal shalat dan kesungguhannya mereka dalam masjid-masjid di rumah-rumah mereka. dan tampaklah keseriusan mereka dalam dzikir,  beribadah dan tahajud di masjid-masjid rumah-rumah mereka.

Bahkan ini Abu Tsa’labah al Khasyani radhiallahu ‘anhu wafat dalam kondisi sujud dalam masjid rumahnya, dan ini menunjukkan dia tidak keluar dari masjid rumahnya kepembaringannya kecuali sebentar, dan begitu pula Muslim bin Yasar bila masuk masjid rumahnya dia shalat hingga tak mendengar perbincangan keluarganya bersamaan bahwasanya mereka beserta dia dalam satu rumah!

Dan ini Malik al Khas’ami tidaklah tiba separuh malam melainkan dia ada di masjid rumahnya shalat!

☝❗Perhatikanlah wahai pembaca yang mulia! Terhadap segala sesuatu apakah mereka Salaf sangat serius..,

Tatkala akhirat lebih besar dalam cita mereka, jadilah masjidulbait tempat terpenting dalam rumah-rumah mereka, dan dahulu masjidulbait tempat mencari ketenangan aman setelah Baitullah azza wajalla, mereka menetapinya untuk shalat, dzikir dan khusyu’.

⚠⛔ Adapun kita! Sungguh kita telah mengambil dunia setiap yang bisa diambil, sehingga keseriusan kita dalam rumah-rumah kita ialah ruang tidur,  ruang tamu, dapur dan ruang TV❗.

Mereka khusyu’ dan beribadah, sedangkan kita senang-senang dan main-main..!

☝ Dan setiap cawan terhadap apa yang ada didalamnya akan memancarkan…

Marilah kita berjalan meniti jejak Salaf yang mulia dalam bimbingan mereka, adab mereka, dan ibadah mereka. Dan kita buat masjid dalam rumah-rumah kita dan kita menakmurkannya dengan dzikir dan shalat sunnah, dan kita jaga kebersihannya,  keharumannya dan kerapihannya setiap saat.

 

DIANTARA PENGARUH BAIK DAN MANFAAT-MANFAATNYA

1⃣ Menguatkan hubungan dengan Allah azza wajalla dengan banyak ibadah dan shalat,  dan dengan menghidupkan sunnah yang ditinggal ini, sehingga dengan kedua hal ini meraih dua pahala dalam satu perbuatan.

2⃣ Pendidikan shalat untuk keluarga, sehingga jadilah masjidulbait sebagai peletak dasar dalam rumah kaum muslimin, mengarahkan mereka kesegala kebaikan dan bagusnya pendidikan, didalamnya ada shalat bersama keluarga, ada pengajaran ilmu agama, hifdzul quran dan sunnah, dan mengingat-ingatnya pada setiap saat..dan ini kondisi untuk menguatkan hubungan rumah tangga, dan menggambarkannya kokoh atas dasar Kitab dan Sunnah, ilmu dan ikhlas.

3⃣ Sebagai pendorong ibadah dan mengingatkannya, sehingga setiap kalinya melihat tempat shalatnya segera ingin sujud, tunduk, dan menangis menghadap Allah.

 

✍ Penulis :
Pencari bantuan dan kekuatan dari Rabbnya
Muhamnad Jamil Hamami

Semoga Allah mengampuninya dan kedua orangtuanya dan kaum muslimin

Sumber : BayenahSalaf.com  atau  Klik disini

Mift@h
Kawunganten,  28 Rabi’ul Awal 1438H


مساجد البيوت

السنة الغائبة

تعريفه

مسجد البيت : هو المكان الذي يعده صاحب البيت و يهيئه لصلاة السنن و النوافل و قراءة القرآن و ذكر الله عز وجل .

حكمه

اتخاذ المساجد في البيوت سُنة مستحبة ، للرجال و النساء على حد سواء .

قال ابن عابدين : يُندب للرجل أيضاً أن يخصص موضعاً من بيته لصلاة النافلة حاشية ابن عابدين [ 2/441 ]

أدلة مشروعيته

1) يدخل في عموم قول الله عز وجل : { وَاجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ } يونس ( 87 )

2) و يدل عليه ما رواه الإمام ابن ماجة عن أبي هريرة رضي الله عنه : أن رجلا من الأنصار أرسل إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم أن تعال فخط لي مسجدا في داري أصلي فيه وذلك بعد ما عمي فجاء ففعل . صحيح ابن ماجة [ 755 ] .

3) و ما رواه الإمام البخاري أن عتبان بن مالك رضي الله عنه قال : ووددت يا رسول الله أنك تأتيني فتصلي في بيتي فأتخذه مصلى قال فقال له رسول الله صلى الله عليه وسلم سأفعل إن شاء الله قال عتبان فغدا رسول الله صلى الله عليه وسلم وأبو بكر حين ارتفع النهار فاستأذن رسول الله صلى الله عليه وسلم فأذنت له فلم يجلس حتى دخل البيت ثم قال أين تحب أن أصلي من بيتك قال فأشرت له إلى ناحية من البيت فقام رسول الله صلى الله عليه وسلم فكبر فقمنا فصفنا فصلى ركعتين ثم سلم . البخاري ( 407 ) .

4) و يدخل تحت الأحاديث الكثيرة التي بها الحث على صلاة النافلة في البيت ومنها :

أ) عن زيد بن ثابت رضي الله عنه : أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ( عليكم بالصلاة في بيوتكم ، فإن خير صلاة المرء في بيته إلا الصلاة المكتوبة )

ب) عن عبد الله بن سعد رضي الله عنه قال سألت رسول الله صلى الله عليه وسلم أيما أفضل الصلاة في بيتي أو الصلاة في المسجد ؟ قال : ( ألا ترى إلى بيتي ما أقربه من المسجد فلأن أصلي في بيتي أحب إلي من أن أصلي في المسجد إلا أن تكون صلاة مكتوبة ) .صحيح ، صحيح أبو داود ( 205 ) ، صحيح ابن ماجة ( 1378 ) ، الإرواء ( 2 / 190 ) ، صحيح الترغيب والترهيب ( 439 ) .

و معلوم أن هدي النبي صلى الله عليه وسلم فعل السنن و التطوع في البيت إلا لعارض ، كما أن هديه كان فعل الفرائض في المسجد إلا لعارض من سفر أو مرض أو غيره مما يمنعه من المسجد زاد المعاد [ 1/298 ]

5) ويدل عليه فعل السلف لهذه العبادة بل واشتهارها عندهم :

فقد قال الحافظ ابن حجر في فتح الباري شرحاً على باب [ المساجد في البيوت ] من الصحيح : كان من عادة السلف أن يتخذوا في بيوتهم أماكن معدة للصلاة فيها فلو أنك ترجع إلى تتمة كلامه فهو مهم .

و قد روي عن كثير من السلف أنهم اتخذوا في بيوتهم مساجد ، يخصصونها للذكر و صلاة النوافل و غير ذلك .. ومن هذه الآثار :

أ) ما رواه الإمام البخاري عن عائشة رضي الله عنها في قصة هجرة النبي صلى الله عليه وسلم و صاحبه الصديق أبو بكر رضي الله عنه إلى المدينة و فيه كلام عائشة عن أبي بكر الصديق أنه ابتنى مسجدا بفناء داره وكان يصلي فيه ويقرأ القرآن البخاري (3905)

و عليه فإن أبا بكر الصديق رضي الله عنه هو أول من بنى مسجداً في بيته .

ب) و قال عبد الله بن مسعود رضي الله عنه من سره أن يلقى الله عز وجل غدا مسلما فليحافظ على هؤلاء الصلوات الخمس حيث ينادى بهن فإن الله عز وجل شرع لنبيه صلى الله عليه وسلم سنن الهدى وإنهن من سنن الهدى وإني لا أحسب منكم أحدا إلا له مسجد يصلي فيه في بيته فلو صليتم في بيوتكم وتركتم مساجدكم لتركتم سنة نبيكم ولو تركتم سنة نبيكم لضللتم وما من عبد مسلم يتوضأ فيحسن الوضوء ثم يمشي إلى صلاة إلا كتب الله عز وجل له بكل خطوة يخطوها حسنة أو يرفع له بها درجة أو يكفر عنه بها خطيئة ولقد رأيتنا نقارب بين الخطا ولقد رأيتنا وما يتخلف عنها إلا منافق معلوم نفاقه ولقد رأيت الرجل يهادى بين الرجلين حتى يقام في الصف . صحيح أبي داود ( 559 ) ، ابن ماجة ( 777 ) ، النسائي ( 849 ) الإرواء ( 488 ) .

فقوله : وإني لا أحسب منكم أحدا إلا له مسجد يصلي فيه في بيته دليل على شهرة هذا الأمر بين السلف ، و هو دليل على انتشار مساجد البيوت في عهد السلف الصالح رضي الله عنهم .

جـ ) و هذا عبد الله بن رواحة رضي الله عنه أيضاً اتخذ مسجداً في داره ، كما روى ذلك ابن ابي شيبة في المصنف ، و كان إذا دخل بيته صلى ركعتين و إذا خرج صلى ركعتين ، كما في الأثر الذي صححه الحافظ ابن حجر في الإصابة .

د) و روى ابن أبي شيبة في المصنف أن أبي مجلز – رضي الله عنه – قد اتخذ مسجداً في بيته ؛ وربما صلى فيه بأهله و غلمانه جماعة .

ر ) و جويرية – رضي الله عنها – اتخذت مسجداً في بيتها كما روى الإمام مسلم في صحيحه .

س ) و زينب – رضي الله عنها – اتخذت مسجداً في بيتها أيضاً ، كما روى ذلك الإمام مسلم في صحيحه كذلك .

ص ) و هذا أبو طلحة الأنصاري رضي الله عنه اتخذ في بيته مسجداً ، و أرسل إلى النبي صلى الله عليه وسلم ليصلي فيه .

ط ) و هذه أم حميد رضي الله عنها أمرت فبني لها مسج

د في أقصى شيء من بيتها وأظلمه وكانت تصلي فيه حتى لقيت الله عز وجل . صحيح الترغيب و الترهيب [ 340 ] .

ع ) و هذا عبد الله بن سلام – رضي الله عنه – كان له مسجداً في بيته ، و قد صلى فيه النبي صلى الله عليه وسلم . البخاري ( 6910 )

ف ) و ابراهيم النخعي – رحمه الله – كان له مسجداً في بيته أيضاً ..

فيظهر من ذلك اشتهار مساجد البيوت عند السلف ، فقد بوب الإمام البخاري في صحيحه : [ باب المساجد في البيوت ، وصلى البراء بن عازب في مسجده في داره جماعة ] ، و كذا الإمام ابن ماجة : [ باب المساجد في الدور ] .

هيئته

إما أن يكون مسجد البيت غرفة كاملة من البيت تتخذ مسجداً ، أو يخصص موضع معين في إحدى نواحي غرفة من غرف البيت .

هل له حكم المسجد العام ؟!كلا ، ليس لمسجد البيت حكم المساجد العامة ، فلا يسن للداخل إليه أن يصلي ركعتين تحية للمسجد ، ولا يكون فيه اعتكاف ، و يمكث فيه الحائض و الجنب ، و يدخله من أكل ثوماً أو بصلاً ، و يجوز بيعه إذ بيع البيت فإن اتخاذ تلك البقعة مكاناً مخصصاً للصلاة في البيت ، لم تصيره و قفاً لله يحرم بيعه .

ولكن يُستحب أن يصلي المسلم ركعتين عند الدخول إلى البيت و ركعتين عند الخروج منه لما رواه أبو هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم : ( إذا خرجت من منزلك فصل ركعتين يمنعانك من مخرج السوء ، و إذا دخلت إلى منزلك فصل ركعتين يمنعانك من مدخل السوء ) الصحيحة ( 1323 ) .

السلف في مساجد بيوتهم

هناك آثار و قصص كثيرة تروى عن السلف ، تثير العجب من شدة إخلاصهم في الصلاة و التزامهم إياها في مساجد بيوتهم ، و تظهر مدى اهتمامهم بالذكر و التعبد و التهجد في مساجد بيوتهم ، بل هذا أبو ثعلبة الخشني رضي الله عنه يموت ساجداً في مسجد بيته ، وهذا صلة لا يخرج من مسجد بيته إلى فراشه إلا حبواً ، وكذا مسلم بن يسار إذا دخل مسجد بيته يصلي لا يسمع حديث أهله مع أنهم معاه في نفس البيت ! ، وهذا مالك الخثعمي ما يجيء نصف الليل إلا وهو في مسجد بيته يصلي .

فانظروا ايها الكرام ، بأي شيء كان اهتمام السلف العظام …

فلما كانت الآخرة أكبر همومهم ، كان مسجد البيت أهم ركن في دورهم ، و كان مسجد البيت ملاذهم الآمن بعد بيت الله عز وجل ، يعكفون فيه على الصلاة و الذكر و الخشوع .

أما نحن !! وقد أخذتنا الدنيا كل مأخذ … فإن أكبر اهتماماتنا في بيوتنا هي غرف النوم و صالة الضيوف و غرف الطبخ و صالة ( التلفزيون ) …!

هم خشوع و عبادة ، و نحن متاع ولهو …! وكل إناء بما فيه ينضح …

فتعالوا نسير على خطى السلف الكرام في هديهم و سمتهم و عبادتهم .. و لنتخذ مسجداً في بيوتنا نعمره بالذكر و الصلوات ، ونعتني بتنظيفه و تطيبه و ترتيبه كل حين .

من آثاره و فوائده

1] . تقوية العلاقة بالله عز وجل ، بكثرة العبادة و الصلاة ، وبإحياء هذه السنة المهجورة ، فهذان أجران اثنان في فعل واحد .

2] . تعليم الصلاة لأهل البيت ، فيكون مسجد البيت محوراً أساسياً في بيت المسلمين ، يوجههم إلى كل خير و إلى محاسن التربية ، ففيه الصلاة مع الأهل ، و فيه تعلم الشرع سوياً ، و فيه حفظ القرآن و السنة و مذاكرتهما في كل حين .. وهذا من شأنه أن يقوي الروابط الأسرية ، و يصقلها متينة على أساس الكتاب و السنة ، و العلم و الإخلاص .

3] . التحفيز على العبادة ، و التذكير بها ، فلكما وقع نظره على مصلاه حن للسجود و الخضوع و البكاء بين يدي الله .

و كتبه طالباً من ربه المعونة و السداد

محمد جميل حمامي

غفر الله له و لوالديه و للمسلمين

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *