ASWAJA, adakah? andakah? kamikah? merekakah?

Ahlussunnah Wal Jama’ah,  mereka para pengikut Salaf Shalih.

Adapun sesudah itu:

Sungguh Alloh ta’ala telah mengutus Rosul-Nya shollallohu ‘alaihi wasallam sebagai pemberi bimbingan, kabar gembira, peringatan,  dan pengajak kepada Alloh dengan ijin-Nya,  sebagai pelita yang menyinari, penyampai risalah, pelaksana amanah, penasehat ummat, dan meninggalkan kita di atas Agama yang Putih dan tidak ada yang menyeleweng darinya kecuali binasa.

 

Dan orang yang paling mengerti terhadap apa yang Beliau bawa dan orang yang paling mengikutinya adalah mereka para Shahabatnya ridhwanullohu ‘alaihim ajma’in. Sehingga mereka orang yang terbaik hatinya dari umat ini, terdalam ilmunya,  tersedikit dalam memberat-beratkan diri. Barangsiapa yang meneladani mereka, maka dia telah mendapat hidayah, dan barangsiapa menyelisihi dan menjauhi jalan mereka, maka dia telah sesat, dan dalam hal itu Alloh ta’ala berfirman yang artinya (Jika mereka beriman seperti keimanan kalian, maka sungguh mereka telah mendapat petunjuk) Dia menjadikan keimanan Shahabat sebagai timbangan yang dengannya dapat dikenali hidayah dari pada kesesatan, dan Nabi Shollallohu ‘alaihi wasallam berkata ketika ditanya tentang Kelompok yang Selamat dari Neraka,  (Apa yang aku dan para Shahabatku berada diatasnya) riwayat at Tirmidzi

 

Sungguh telah ada orang yang mengikuti jalan mereka itu yaitu suatu kaum, maka mereka ini telah mendapat hidayah, dan mereka ini yang terkenal dan telah diketahui dengan sebutan Ahlussunnah Wal Jama’ah,  Ahlussunnah, Ahlul atsar, dan dikenal sebagai Salafiyin. Sehingga nama-nama dan julukan-julukan ini merupakan nama-nama syar’i yang menunjukkan di atas makna yang benar,  adapun penamaan mereka dengan Ahlussunnah itu karena mereka berpegang teguh dengan Sunnah Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam dan berpegang teguh dengan aqidah yang benar yang datang dari Kitabulloh dan Sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, mereka menetapi Sunnah dan menjauhi bid’ah dan perkara-perkara baru dalam agama.

 

Dinamakan dengan Al Jama’ah itu karena mereka bersatu di atas kebenaran,  di atas Kitabulloh dan Sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam,  dan karena mereka mengikuti Al Jama’ah yang belum berselisih dan belum berpecah-belah dalam agama, yaitu para Shahabat Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam dan rodhia ‘anhum. Dan karena mereka berwasiat agar bersatu dengan Penguasa dan meninggalkan orang yang membelot dan menyelisihi mereka, urusan itu sejalan dengan nash-nash pada bab ini.

 

Dan mereka dinamakan dengan Ahlul Atsar itu karena sumber mereka dalam berkeyakinan ialah Kitabulloh dan Sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersama dengan tafsirnya nash-nash dan penjelasan makna-maknanya dari metode tafsirnya para Shahabat dan para pengikut mereka yang baik,  jadi mereka tidak mengambil aqidah mereka dari ilmu kalam (mantiq) dan tidak pula filsafat dan tidak juga akal pikiran manusia semata.

 

Dan mereka disebut dengan Salafiyin sebagai penisbatan kepada orang-orang yang mendahului dan pertama-tama dari pada mereka dalam keimanan dan amal shalih,  yaitu Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam dan para Shahabat dan para pengikut mereka dengan baik.

 

Dan tolok ukurnya bagi siapa saja yang dinamai atau disebut dengan sesuatu dari nama-nama dan julukan-julukan ini ialah kesesuaiannya dengan fakta dan kondisinya untuk penyandaran ini,  karena seringnya bernama dengannya atau kerap kali dimuthlakkan terhadap orang yang bukan pemiliknya,  bahkan terhadap orang-orang yang mereka itu musuhnya. Sehingga banyak dari Ahli bid’ah seperti Khowarij dan selain mereka memakai nama-nama ini untuk menyesatkan orang-orang dan tipuan mereka guna membingungkan agama yang benar ini dan membingungkan dari pengembannya secara benar.

 

Dan perkara yang seharusnya untuk diketahui ialah bahwa bernama dengan nama-nama syar’i ini bukanlah termasuk memecah-belah umat, dan mencerai-beraikan kalimatnya akan tetapi itu hanyalah termasuk dalam bab pembeda antara Ahlussunnah sebenarnya dengan Ahlul Ahwa dan Bid’ah.

 

Dan Ahlussunnah yang sebenarnya memiliki pembeda-pembeda yang membedakan mereka dari selain mereka dan diantaranya ialah :

 

1⃣ Bahwasanya mereka mengambil aqidahnya dari Kitabulloh dan Sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam dan mereka berpegang teguh dengan apa yang para Shahabat Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam berada diatasnya,  berdasar firman-Nya ta’ala yang artinya (Ikutilah apa yang telah diturunkan kepada kalian dari Rabb-kalian). Berbeda dengan Mu’tazilah dan Asya-irah yang menjadikan filsafat  dan ilmu kalam (mantiq) sebagai sumber untuk keyakinan, sehingga mereka jatuh dalam apa yang mereka jatuh didalamnya berupa meniadakan sifat-sifat Alloh ta’ala yang Dia telah menyifati diri-Nya sendiri atau mengubah-ubahnya dan menyelewengkannya dari makna yang benar.

 

2⃣ Bahwasanya mereka mengEsakan Alloh dengan ibadah,  sehingga tidak pernah menyeru bersamaan kepada Alloh ta’ala seorang Nabi-pun, tidak pula Malaikat,  Wali, dan tidak pernah mengusap-usap kubur dan tidak juga mencari berkah dengan kuburan berdasar firman-Nya ta’ala yang artinya: (Dan beribadahlah kepada Alloh dan jangan kalian menyekutukannya dengan sesuatu apapun). Adapun Pelaku extrem terhadap para wali dan pegiat kuburan dan pelaku khurafat dari kalangan Sufiyah dan Rafidhah dan selain mereka,  maka sesungguhnya mereka memberikan untuk wali-wali mereka sekian jenis-jenis ibadah seperti do’a, istighotsah, sembelihan, dan nazar.

 

3⃣ Mereka berkeyakinan bahwasanya ibadah pijakannya itu di atas sikap tauqif/berhenti pada dalil dan mengikuti, dan tidak ada ranah bagi hawa nafsu dan pengada-adaan,  oleh karena itu mereka berdzikir kepada Alloh dan bersholawat kepada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam sebagaimana yang datang dari nash-bash yang tsabit dan shahih, dan mereka tidak pernah mendekatkan diri kepada Alloh dengan dzikrulloh ta’ala diiringi gendang genderang, rebana-rebana, musik, tepuk tangan,  dan tari-tarian sebagaimana yang telah dilakukan oleh Thoriqot-thoriqot Sufiyah.

 

4⃣ Mereka bekerjasama dengan Penguasa dan Pemerintah dengan apa yang Alloh syari’atkan dalam Kitab-Nya dan Nabi-Nya shollallohu ‘alaihi wasallam dalam Sunnahnya, dan apa yang dahulu berada diatasnya dari para Shahabat Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam dan orang yang mengikuti mereka dengan baik,  sehingga mereka mendengar dan taat pada hal ma’ruf sebagaimana firman-Nya ta’ala yang artinya : (Wahai orang-orang yang beriman taatilah Alloh dan taatilah Rosul dan Ulil amri kalian), dan mereka menunaikan perjanjian dan sumpah mereka,  dan mereka tidak membelot, dan tidak bersengketa pada hak mereka perihal hukum, dan mereka saling tolong-menolong bersama penguasa di atas kebaikan dan taqwa, dan menasehati mereka,  mendoakan kebaikan untuk mereka yang baiknya atau yang jahatnya, berbeda dengan Khowarij dan Mu’tazilah dan Jama’ah-jama’ah dakwah politik yang menetapkan untuk keluar menghadapi penguasa dan berusaha menggulingkan pemerintahan dengan tanpa dalil dan tidak pula dengan penjelasan yang syar’i,  melainkan itu hanya karena dorongan hawa nafsu dan pikiran yang menyesatkan.

 

5⃣ Mereka tidak mengkafirkan para pelaku dosa-dosa besar(di bawah syirik) dari kaum muslimin dan mereka tidak mengkafirkan kecuali siapa saja yang Alloh dan Rosul-Nya shollallohu ‘alaihi wasallam kafirkan, dan tidak membolehkan penumpahan darah yang terjaga kecuali dengan haknya, berbeda dengan Khowarij dan organisasi-organisasi teroris masa kini yang melakukan pengkafiran kaum muslimin dengan tanpa hak dan dengan menghalakan penumpahan darah mereka dengan tanpa sisi yang benar, sehingga mereka menimpakan pada kaum muslimin musibah yang besar, dan sepertinya mereka belum pernah menyaksikan hal semacam itu sebelumnya dari ulah tangan Yahudi dan tidak pula Nashrani dan tidak juga Penyembah Berhala. Dan kita berlindung kepada Alloh.

 

6⃣ Mereka dalam bab jihad,  berpendapat jihad itu berada di bawah bendera pemerintah, tidak mengecualikan dari mereka dan tidak pula mendahului mereka dalam berjihad,  dan Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam telah bersabda: (Imam itu perisai, berperang dari balik belakangnya), berbeda dengan organisasi-organisasi extrem teroris masa kini yang mengobarkan kekacauan fitnah dengan atas nama jihad, lalu terjadilah akibat-akibat buruk yang menyakitkan justru menambah pada kaum muslimin karenanya kelemahan, bertambahnya musuh yang menguasai, kemudian beralih ke arah kekacauan dari dalam dengan cara melepas tali bai’at dan merusak tongkat ketaatan dan saling membunuhi kaum muslimin di antara mereka sendiri, sampai-sampai seorang lelaki membunuh ibunya, bapaknya, pamannya,  saudaranya sendiri -kita berlindung kepada Alloh- dengan atas nama jihad.

 

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بهدي سيد المرسلين أقول هذا القول وأستغفر الله لي ولكم من كل ذنب فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

 

Khutbah kedua : Adapun sesudah itu …..

 

7⃣ Dan termasuk pembeda Ahlussunnah wal Jama’ah ialah bahwasanya mereka mencintai setiap para Shahabat Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam dan istri-istri Beliau dan Ahlu Baitnya yang beriman di antara mereka, mencintai meteka semua,  berloyal dan ridho terhadap mereka itu, dan tidak membawa kebencian di hati-hati mereka ini dan tidak pula dengki dan tidak juga dendam kepada salah satu dari mereka itu. Sebagaimana firman Alloh ta’ala setelah menyebut tentang Muhajirin dan Anshar (Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdo’a: (“Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau biarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman”) . Berbeda dengan Syi’ah, Rafidhah, Khowarij, dan Nawashib yang berloyal kepada sebagian mereka itu dan membenci kepada sebagian lain, berloyal terhadap sebagian dan memusuhi terhadap sebagian lain, dan mempersaksikan pada sebagian mereka dengan keimanan dan menghukumi pada sebagian lain dengan kekafiran. wal’yadzubillah

 

8⃣ Mereka mengutamakan ucapan Alloh dan Rosul-Nya Shollallohu ‘alaihi wasallam di atas setiap ucapan setiap orang, sehingga mereka tidak pernah fanatik terhadap ucapan-ucapan yang menyelisihi Kitabulloh atau Sunnah Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam betapapun mulianya si pengucapnya. Karena Alloh hanyalah kita ibadahi dengan mengikuti Kitab-Nya dan mengikuti Sunnah Nabi-Nya shollallohu ‘alaihi wasallam,  Alloh ta’ala berfirman yang artinya (Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.) sebagaimana mereka memerangi bid’ah dan perkara baru muhdats semuanya, dan mereka menolaknya dan juga menolak pengusungnya, mereka bukan memerangi dalam hal itu karena seseorangpun,  karena sesungguhnya menghilangkan bid’ah termasuk dari bentuk jihad terbesar  yang dapat menjaga Islam kemurniannya dan kejelasannya.

 

9⃣ Mereka menghormati Ulama Sunnah dan imam-imam mereka dan di antara mereka ialah Imam Ahmad bin Hanbal, dan Syaikhul islam Ibnu Taimiyah dan muridnya ibnul Qoyyim, dan Syaikhul islam Muhammad bin Abdulwahhab dan murid-muridnya selama mereka menegakkan jihad yang besar dalam menerangkan tauhid dan sunnah dan membantah kesyirikan, bid’ah, khurafat dan takhayul.

 

Wahai hamba Alloh. inilah sebagian sifat-sifat dan pembeda-pembeda yang membedakan karenanya Ahlussunnah wal Jama’ah,  dan karenanya dapat dengan mudah untuk membedakan mereka dan mengenali mereka dan karena penyelisihan-penyelisihan darinya dapat dengan mudah mengenali siapa saja yang bukan termasuk Ahlussunnah wal Jama’ah dan meskipun bernama dengan nama mereka dan membawa julukan mereka.

 

Maka pelajarilah aqidah-aqidah kalian dan pahamilah dan berpegang teguhlah dengannya dan jangan berpaling kepada orang yang memeranginya atau membuat kebingungan padanya. Dan termasuk bab menceritakan nikmat Alloh dan termasuk dalam bab menyadari karunia Alloh untuk pemiliknya dan pengingat bahwasanya Daulah Saudi yang berkah ini adalah Daulah yang tegak dengan benar dan sebenarnya terbangun di atas aqidah Salaf Shalih dan bersandar dalam hukum, pendidikan, kehakiman, dan selain itu. Kita meminta kepada Alloh untuk menjaga para pemimpinnya dari segala kejelekan dan menambah mereka kekuatan, perlindungan, kekokohan, dan kemuliaan,  sungguh Dia Maha Mendengar do’a.

Wahai kaum mukminin bersholawatlah dan bersalamlah kepada yang diutus sebagai rahmat semesta alam…

Sumber : http://www.haddady.com  atau  klik disini
Khutbah. DR Ali bin Yahya Al Haddady

Mift@h


أهل السنة والجماعة هم المتبعون للسلف الصالح (خطبة مكتوبة) – موقع د. علي بن يحيى الحدادي : موقع د. علي بن يحيى الحدادي

 ( العنوان : أهل السنة والجماعة هم المتبعون للسلف الصالح خطبة مكتوبة)

التاريخ : أغسطس 31, 2016

عدد الزيارات : 2975

أما بعد:

فإن الله تعالى أرسل رسوله صلى الله عليه وسلم هادياً ومبشراً ونذيراً وداعياً إلى الله بإذنه وسراجاً منيراً فبلغ الرسالة وأدى الأمانة ونصح الأمة وتركنا على محجة بيضاء لا يزيغ عنها إلا هالك.

وكان أعلم الناس بما جاء به وأتبعهم له هم أصحابه رضوان الله عليهم أجمعين فهم أبر هذه الأمة قلوباً وأعمقها علماً وأقلها تكلفاً من اقتدى بهم اهتدى ومن خالفهم وتنكب سبيلهم ضل وفي ذلك يقول تعالى (فإن آمنوا بمثل ما آمنتم به فقد اهتدوا) فجعل ما آمن به الصحابة معياراً يعرف به الهدى من الضلال وفي ذلك يقول صلى الله عليه وسلم حين سئل عن الفرقة الناجية من النار قال (ما أنا عليه وأصحابي) رواه الترمذي.

وقد اتبع سبيلهم قوم فاهتدوا وهم الذين اشتهروا وعرفوا بأهل السنة والجماعة وبأهل السنة، وأهل الأثر، وعرفوا بالسلفيين، فهذه الأسماء والألقاب أسماء شرعية تدل على معان صحيحة فتسميتهم بأهل السنة لأنهم التزموا بسنة النبي صلى الله عليه وسلم والتزموا بالعقيدة الصحيحة التي جاءت في كتاب الله وسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم. لزموا السنة واجتنبوا البدع والمحدثات في الدين.

وسموا بالجماعة لأنهم اجتمعوا على الحق على كتاب الله وسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم، ولأنهم تابعوا الجماعة التي لم تختلف ولم تتفرق في الدين وهم أصحاب محمد صلى الله عليه وسلم ورضي عنهم، ولأنهم يوصون بالاجتماع على ولاة الأمور وترك مخالفتهم ومنازعتهم الأمر تمشياً مع النصوص في هذا الباب.

وسموا بأهل الأثر لأن مصدرهم في الاعتقاد كتاب الله وسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم مع تفسير النصوص وبيان معانيها عن طريق تفسير الصحابة والتابعين لهم بإحسان فلا يأخذون عقيدتهم من علم الكلام ولا الفلسفة ولا الآراء البشرية المحضة.

وسموا بالسلفيين نسبة إلى مَن تقدمهم وسبقهم في الإيمان والعمل الصالح وهم رسول الله صلى الله عليه وسلم والصحابة والتابعون لهم بإحسان.

والعبرة فيمن تسمى أو سمي بشيء من هذه الأسماء والألقاب هي بمطابقة واقعه وحاله لهذه النسبة لأنه قد يتسمى بها أو قد تطلق على من ليس من أهلها بل على من هو عدو لها فكثير من أهل البدع كالخوارج وغيرهم يتسمون بهذه الأسماء لتضليل الناس وخداعهم ولتشويه الدين الحق وتشويه حملته بحق.

ومما ينبغي أن يعلم أن التسمي بهذه الأسماء الشرعية ليس من تفريق الأمة وتشتيت كلمتها وإنما هو من باب التمييز بين أهل السنة حقاً وبين أهل الأهواء والبدع.

ولأهل السنة حقاً مميزات تميزهم عن غيرهم ومنها:

أولاً: أنهم يأخذون عقيدتهم من كتاب الله وسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم ويستمسكون بما عليه أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم لقوله تعالى (اتبعوا ما أنزل إليكم من ربكم). بخلاف المعتزلة والأشاعرة الذين يجعلون الفلسفة وعلم الكلام مصدراً للاعتقاد فوقعوا فيما وقعوا فيه من نفي صفات الله تعالى التي وصف بها نفسه أو تحريفها وتأويلها عن معناها الصحيح.

ثانياً: أنهم يفردون الله بالعبادة فلا يدعون مع الله تعالى نبياً ولا ملكاً ولا ولياً ولا يتمسحون بالقبور ولا يتبركون بها لقوله تعالى (واعبدوا الله ولا تشركوا به شيئا) أما الغلاة في الأولياء والقبوريون والخرافيون من الصوفية والروافض وغيرهم فإنهم يصرفون لأوليائهم أنواعاً عديدة من العبادة كالدعاء والاستغاثة والذبح والنذر.

ثالثاً: أنهم يعتقدون أن العبادات مبناها على التوقيف والاتباع وليست مجالاً للهوى والاختراع لذا يذكرون الله ويصلون على رسول الله صلى الله عليه وسلم كما جاء في النصوص الثابتة الصحيحة فلا يتقربون إلى الله بذكر الله تعالى على أنغام الطبول والدفوف والموسيقى والتصفيق والرقص كما يفعله أصحاب الطرق الصوفية.

رابعاً: أنهم يتعاملون مع الحكام وولاة الأمور بما شرعه الله في كتابه ونبيه صلى الله عليه وسلم في سنته وما كان عليه أصحاب محمد صلى الله عليه وسلم ومن تبعهم بإحسان فيسمعون لهم ويطيعون في المعروف كما قال تعالى (يا أيها الذين آمنوا أطيعوا الله وأطيعوا الرسول وأولي الأمر منكم) ويفون لهم ببيعتهم وعهدهم ولا يخرجون عليهم ولا ينازعونهم حقهم في الحكم ويتعاونون معهم على البر والتقوى وينصحون لهم ويدعون لهم أبراراً كانوا أم فجاراً بخلاف ما عليه الخوارج والمعتزلة والجماعات الدعوية السياسية التي تقرر الخروج على ولاة الأمور وتسعى لقلب أنظمة الحكم بغير دليل ولا برهان شرعي إنما بالهوى والآراء المضلة.

خامساً: أنهم لا يكفرون أصحاب الكبائر من المسلمين ولا يكفرون إلا من كفره الله ورسوله صلى الله عليه وسلم ولا يستحلون الدماء المعصومة إلا بحقها بخلاف الخوارج والتنظيمات الإرهابية المعاصرة التي تقوم على تكفير المسلمين بغير وجق وباستحلال دمائهم بغير وجه حق فلقي منهم المسلمون بلاء عظيماً لعلهم لم يروا مثله من قبل على يد يهودي ولا نصراني ولا وثن

ي والعياذ بالله.

سادساً: أنهم في باب الجهاد يرون الجهاد تحت راية ولاة الأمور لا يشذون عنهم ولا يسبقونهم به وقد قال صلى الله عليه وسلم (الإمام جنة يقاتل من ورائه) بخلاف التنظيمات الغالية الإرهابية المعاصرة التي تشعل الفتن باسم الجهاد ثم تكون العواقب وخيمة أليمة يزداد المسلمون بها ضعفاً ويزداد العدو بها تسلطاً ثم تنقلب إلى فتن داخلية تخلع فيها البيعة ويشق فيها عصا الطاعة ويقتتل فيها المسلمون فيما بينهم حتى يقتل الرجل أمه وأباه وعمه وأخاه والعياذ بالله باسم الجهاد.

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بهدي سيد المرسلين أقول هذا القول وأستغفر الله لي ولكم من كل ذنب فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

الخطبة الثانية

أما بعد: ومن مميزات أهل السنة والجماعة أنهم يتولون كل أصحاب محمد صلى الله عليه وسلم وأزواجه وأهل بيته من آمن منهم يحبونهم جميعاً ويتولونهم ويترضون عنهم ولا يحملون في قلوبهم بغضاً ولا غلاً ولا حقداً على أحد منهم كما قال تعالى بعدما ذكر المهاجرين والأنصار (والذين جاؤوا من بعدهم يقولون ربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا) بخلاف الشيعة والرافضة والخوارج والنواصب الذي يتولون بعضاً منهم ويبغضون بعضاً ويوالون بعضاً ويعادون بعضاً ويشهدون بالإيمان لبعض ويحكمون بالكفر على بعض والعياذ بالله.

ثامناً: أنهم يقدمون قول الله وقول رسوله صلى الله عليه وسلم على قول كل أحد فلا يتعصبون للأقوال التي تخالف كتاب الله أو سنة رسول الله صلى الله عليه وسلم مهما كانت جلالة قائلها فالله عز وجل إنما تعبدنا باتباع كتابه واتباع سنة نبيه صلى الله عليه وسلم قال تعالى (فليحذر الذين يخالفون عن أمره أن تصيبهم فتنة أو يصيبهم عذاب أليم) كما أنهم يحاربون البدع والمحدثات كلها ويردونها ويردون على أهلها لا يحابون في ذلك أحداً لأن نفي البدع من أعظم صور الجهاد التي تحفظ على الإسلام صفاءه ونقاءه.

تاسعاً: أنهم يوقرون علماء السنة وأئمتهم ومنهم الإمام أحمد بن حنبل وشيخ الإسلام ابن تيمية وتلميذه ابن القيم وشيخ الإسلام محمد بن عبد الوهاب وتلاميذه لما قاموا به من الجهاد العظيم في بيان التوحيد والسنة والرد على الشركيات والبدع والخرافات والأوهام.

عباد الله: هذه بعض الصفات والمميزات التي يمتاز بها أهل السنة والجماعة وبها يسهل تمييزهم ومعرفتهم وبمخالفتها يسهل معرفة من ليس من أهل السنة والجماعة وإن تسمى باسمهم وحمل لقبهم.

فتعلموا عقيدتكم وافهموها وتمسكوا بها ولا تلتفتوا لمن يحاربها أو يشوش عليها، وإن من التحدث بنعمة الله ومن باب الاعتراف بالفضل لأهله التنويهَ والتذكيرَ بأن هذه الدولة السعودية المباركة دولة قائمة بحق وحقيقة على تبني عقيدة السلف الصالح واعتمادها في الحكم والتعليم والقضاء وغير ذلك فنسأل الله أن يحفظ قادتها من كل سوء وأن يزيدهم قوة ومنعة وتأييداً وعزاً إنه سميع الدعاء.

معاشر المؤمنين صلوا وسلموا على المبعوث رحمة للعالمين

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *