Nasehat Kepada Pemerintah dengan tanpa riya’ -Asy Syaikh As Sa’di

Syaikh As Sa’di

-Nasehat untuk para penguasa dengan tanpa riya-

 

Nasehat untuk para pemimpin muslimin dan mereka itu para penguasanya: dari jajaran penguasa terbesar sampai ke para amir, qhadi, ke seluruh siapa saja yang memiliki kekuasaan kecil ataupun besar. Mereka ini selama kepentingan dan kewajiban mereka itu lebih besar dari yang selain mereka,  maka wajib bagi mereka untuk mendapatkan nasehat sesuai derajat dan kedudukan mereka. Dan itu dengan meyakini kepemimpinan mereka,  mengakui kekuasaan mereka,  dan wajibnya mentaati mereka dalam perkara ma’ruf,  dan menjauhi sikap keluar/memberontak kepada mereka,  dan memotivasi jalannya kepemimpinan itu di atas ketaatan kepada mereka dan menetapi perintah mereka yang tidak menyelisihi perintah Alloh dan Rosul-Nya. Dan mencurahkan apa saja yang seorang insan mampui untuk menasehati mereka, dan menjelaskan perkara yang masih tertutupi oleh mereka dalam perkara yang mereka butuhkan untuk kepemimpinannya itu.

Setiap orang sesuai keadaannya,  dan mendoakan mereka dengan kebaikan dan taufik,  karena sholehnya mereka itu adalah kebaikan untuk yang dipimpin mereka, dan menjauhi sikap mencela,  mencemarkan dan menyiarkan aib mereka,  sebab sesungguhnya dalam hal itu terdapat kejelekan dan kerusakan yang besar.

Jadi termasuk nasehat/berbuat baik kepada mereka adalah kehati-hatian dan peringatan untuk mereka dari hal itu, dan kewajiban atas siapa saja yang  melihat dari mereka perkara yang tidak boleh – untuk memberi tahu mereka secara “RAHASIA” bukan diumumkan,  dengan cara yang lembut dan ungkapan yang sesuai kondisi dan mengantarkan kepada tujuan. Karena hal yang seperti inilah yang dituntut pada hak setiap orang,  secara lebih khusus lagi Para Penguasa, sebab sesungguhnya memberi tahu mereka dengan rupa seperti ini, padanya terdapat kebaikan yang banyak,  dan itu juga tanda kejujuran dan ikhlash.

Hati-hati wahai para pemberi nasehat yang baik untuk mereka dengan rupa yang terpuji ini supaya kamu tidak merusak nasehatmu itu dengan sanjungan oleh orang-orang seraya kamu berbicara pada mereka: “Sungguh saya sudah menasehati mereka para penguasa,  saya telah katakan ini..saya telah katakan..”

Karena yang seperti ini termasuk jenis riya, dan tanda-tanda lemahnya keikhlasan,  dan padanya ada kerusakan lain yang telah dikenal.

Penukil Penulis/Kholid Arruhaibi-Syabakah Sahab

 

Mift@h
Cek disni : Link


النصيحة لأئمة المسلمين وهم ولاتهم : من السلطان الأعظم إلى الأمير إلى القاضي إلى جميع من لهم ولاية صغيرة أو كبيرة، فهؤلاء لما كانت مهماتهم وواجباتهم أعظم من غيرهم، وجب لهم من النصيحة بحسب مراتبهم ومقاماتهم، وذلك باعتقاد إمامتهم، والاعتراف بولايتهم، ووجوب طاعتهم بالمعروف، وعدم الخروج عليهم، وحث الرعية على طاعتهم ولزوم أمرهم الذي لا يخالف أمر الله ورسوله، وبذل ما يستطيع الإنسان من نصيحتهم، وتوضيح ما خفي عليهم فيما يحتاجون إليه في رعايتهم، كل أحد بحسب حالته، والدعاء لهم بالصلاح والتوفيق؛ فإن صلاحهم صلاح لرعيتهم، واجتناب سبهم والقدح فيهم وإشاعة مثالبهم؛ فإن في ذلك شرا وفسادا كبيرا.

فمن نصيحتهم الحذر والتحذير لهم من ذلك، وعلى من رأى منهم ما لا يحل أن ينبههم ” سراً ” لا علناً، بلطف وعبارة تليق بالمقام ويحصل بها المقصود، فإن هذا مطلوب في حق كل أحد، وبالأخص ولاة الأمور، فإن تنبيههم على هذا الوجه فيه خير كثير، وذلك علامة الصدق والإخلاص.

واحذر أيها الناصح لهم على هذا الوجه المحمود أن تفسد نصيحتك بالتمدح عند الناس فتقول لهم: إني نصحتهم وقلت وقلت، فإن هذا عنوان الرياء، وعلامة ضعف الإخلاص، وفيه أضرار أخر معروفة.

نقله الكاتب / خالد الرحيبى – شبكة سحاب

الشيخ السعدي – رحمه الله – : النصيحة لولاة الأمر دون رياء | شبكة سحاب السلفية

http://www.sahab.net/home/?p=1794

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *