Terbongkar! Sejarah Penyusup di Barisan Salafy

 

SEJARAH PARA PENYUSUP dalam barisan SALAFIYIN sejak tahun 1990 diambil dari ceramah Syaikh Ali Khudzaifi pada sebuah muhadhoroh/kajian(Sejarah Para Penyusup dalam barisan Salafiyin sejak tajun 90an) :

Lawan dakwah salafiyah:

  1. Orang-orang yang terang-terangan.
  2. Orang-orang yang menyusup : menampakan diri dengan penampilah salafiyah lalu berpijak dengan memasukan kesesatan kelompok-kelompok sempalan yang lain. Dakwah Salafiyah ialah dakwah tunggal yang   membongkar didalamnya para penyusup, khususnya dalam perkara-perkara baru. Dan itu terjadi sejak masa Shohabat sebagaimana dalam kisahnya Shobigh,  kisahnya Qodariyah,  dan kisahnya para Ashhabulhalq.

❌ 1. Awal terjadi fitnah/cobaan sekira tahun 1990 muncul dalam barisan Salafy : Sururiyah dan Ikhwaniyah: Dahulu mereka menyusup dengan mengajarkan kitab-kitab sunnah dan mengunjungi Ulama sunnah sehingga mereka terbongkar pada zaman perang teluk kedua,  kemudian pemerintah Saudi memberikan gambaran kepada Lembaga Ulama Besar,  keluarlah fatwa satu dengan dibolehkannya meminta bantuan orang kafir dengan syarat karena adanya kebutuhan (Lalu tampilah Salman Al Audah -bersikap jelek kepada Ulama) dan AlQorni dan tokoh-tokoh lainnya yang mereka bersikap jelek atas Ulama,  dan bahwasanya mereka itu tidak paham fakta terkini,  dan bahwasanya mereka itu berpolitik.

Hingga jelaslah barisan salafy yang mereka tetap berdiri bersama Ulama dan   sekumpulan pemuda yang berpaling dari mereka. Dan dahulu berbondong-bondong sejumlah besar untuk menghadirinya sampai memenuhi masjid dibandingkan dengan yang tidak menghadiri kepada Ulama besar, kecuali sedikit.

2. Lalu berlanjutlah fitnah dan muncullah kitab-kitab yang mengajak untuk berlembut lemah terhadap jama’ah-jama’ah dan bahwasanya termasuk bagian dari keadilan dengan menyebutkan kebaikan-kebaikan mereka. Dan Al Audah pun mengeluarkan buku yang aneh yang membedakan antara Kelompok yang ditolong dengan Kelompok yang selamat,  guna membuat kerusakan dan membuat perpecahan diantara salafiyin,  Dan bangkitlah asy syaikh Robi’ untuk membantahnya, dan diantara tipudaya mereka, mereka membuka pelajaran sendiri yang dibuka oleh Ulama besar sehingga dapat memecah salafiyin. Salman Al audah dahulu mengkafirkan pada sebagian perbuatan maksiat dan meremehkan dari dakwah tauhid, dan bahwasanya itu cukup mempelajarinya dalam 10 menit.

3. Lalu muncul Safar Alhawali dengan sebuah tulisan yang padanya terdapat celaan terhadap syaikh al albani dan menghiasinya dengan sayid Qutb dalam buku doktoralnya yang bernama Dhohirotul irja’ , yang Gurunya memberikan nilai tinggi yaitu Muhammad Qutb. Sehingga jelaslah setelah ada yang menyelidiki,  dan sungguh Syaikh Robi telah menyelidikinya pula dalam catatan yang berjudul Ma akhodza manhajiyatu ala safar alhawali. Dan begitu juga Syaikh Al albani membalasnya.

4. Lalu muncul lagi Muhammad bin Surur setelah dia memisahkan diri dari ikhwanul muslimin dan menetap di Britania dan mengelola majalah as sunnah,  dahulu orang-orang mengunggulkannya, pada isinya terdapat pembodohan kepada Ulama terhadap masalah kekinian,  dan dahulu dia mengajak bereaksi terhadap pemerintah dan mengkafirkan mereka, dan dulu Yayasan jum’iyatul ihsan di Yaman mengikuti jejaknya, sehingga Alloh membongkar kedoknya dengan penanganan para Ulama, diantaranya ialah Syaikh Muqbil.

5. Lalu munculah Yayasan Jum’iyah ihyaut turotsiyah yang memecah salafiyin diberbagai tempat,  dahulu iapun bekerjasama dengan jumiyatul hikmah, dan dulu penghulunya adalah abdurohman abdul kholiq dan dia mengeluarkan kitab-kitabnya yang memecah belah diantaranya Ibnu taimiyah wal amal jama’i,  maka Syaikh Robi’ pun membantahnya dalam kitab Jamaah wahidah lajama’aat washirot wahid la ‘asyarot. Dulu penyusup ini pula yang menuduh Ulama bahwasanya mereka itu mumi dan bahwasanya mereka itu pejuang-pejuang dari kalangan mumi,  dan bahwasanya mereka itu perpustakaan yang butuh terhadap revisi, maka Syaikh bin Baz dan para muridnya mengajaknya untuk kembali sadar, namun dia semakin menampakan dengan penampilan orang yang bangkrut miskin (rendah/hina), dan bahwasanya dia berencana akan menerima nasehat dari siapapun dan dan,  Sehingga terbongkarlah, dan bagi Alloh-lah segalapujian.

6. Lalu muncul Hadadiyah dengan pimpinannya Mahmud al Hadad al Misri di Madinah sekitar tahun 1993 dan kondisinya dia memiliki kelompok sasaran mereka adalah menyerang para Ulama masa kini sampaipun Ulama dahulu, semisal : Nawawi,  ibnu hajar,  ibnu abil ‘iz al hanafi,  ibnu taimiyah dan ibnu abdilwahab,  dan juga tuduhan mereka kepada Ulama yang berperan dalam perang teluk,  sehingga Syaikh Robi’ pun membantahnya dan Syaikh Muhammad bin Hadi,  dan Syaikh Muhammad aman al jami dan selain mereka,  dan dulu yang termasuk penyulutnya adalah abdulatif basymul yang telah berkata Syaikh Robi tentangnya bahwasanya dia itu pimpinan penggerak kelompok ini.

7. Lalu muncul jamaah yang membawa pemikiran takfir/mudah mengkafirkan,  diantaranya Abdurrohman al Maghrowi yang membuat tipu daya dalam gaya pengkafirannya, semisal dia menyerupakan penyanyi pesta dan para pegadangnya dengan berhala anak sapi betina dan para pemuja/penyembahnya. Sehingga para Ulama menasehatinya agar kembali sadar dan secara khusus bahwasanya hal itu terus berulang,  namun tidak dia jawab dan tidak pula dia terima,  Jadi terbukalah kedoknya dan hanya bagi Alloh-lah segala pujian.

8. Lalu muncul Adnan ‘Ar’ur dengan polesannya dia untuk sayid Qutb yang dia mensifatinya sebagai orang yang paling utama berbicara dalam urusan manhaj! dulu dia memiliki kaset yang laris khas dan kondisi cara dia melicinkanya dengan menggunakan syaikh al albani,  sedangkan al albani belum menelaah berbagai kesalahannya,  sehingga Syaikh Robi’ memberi peringatan darinya bahwasanya sebenarnya dia itu seorang peniti Qutb yang buruk.

9. Lalu muncul sebagian orang-orang yang memberikan angin segar bagi ahli bid’ah  dan diantara tokoh mereka adalah Abul Hasan al Misri al Ma’ribi,  tidak berhenti sampai disitu,  bahkan muncul darinya kesalahan yang lain yang padanya terdapat celaan seorang pembuat makar kepada para Shohabat,  hinaan kepada khobar ahad, terlalu ketat memastikan berita sampaipun dari para Ulama,  kita itu memperbaiki bukan merusak,  kita itu mempererat bukan mengurai,  manhaj yang sejuk. Dan telah membantah terhadap semua kaidah-kaidahnya yaitu Syaikh Robi’ dan Beliau menjelaskan hiasan palsu kaidah-kaidah dan ushulnya.

10. Lalu muncul Ali al Halabi,  dulu diawal kemunculannya dia berpanjang lebar dalam masalah-masalah detail semisal masalah iman,  kemudian para Ulama telah menasehatinya agar meninggalkannya untuk diberikan kepada selain dia yang lebih mapan dari kalangan Ulama,  namun dia tak mengindahkan nasehat. Sampai keluar fatwa dari Lembaga Tetap berupa peringatan dari karya-karya yang telah dia lakukan,  diantara penyimpangannya: ucapan bahwasanya Jarh dan ta’dil adalah masalah ijtihadiyah,  memuji surat kesepakatan Aman yang menyeru kepada penyatuan agama, dan berhujah dengan dasar mendengar taat, Sehingga para Ulama mengkritiknya.

11. Lalu muncul sebagian dai-dai kebatilan seperti Falih alharbi dan Ibrohim ar ruhaili,  dan Yahya alhajuri,  dan peristiwa Muhammad al imam dan surat kesepakatan dan orang-orang yang mendiamkannya. Semua mereka itu penyusup. Para Ulama menentang mereka namun dengan 2 jalur:

  • diantara mereka ada yang menentang secara umum dengan memberikan peringatan dari kesalahan-kesalahan mereka dan mereka tidak menuangkannya  untuk mereka itu.
  • Dan diantaranya ada yang menuangkannya untuk mereka itu dan meneliti kesalahan-kesalahan mereka itu,  yang paling kentara adalah Syaikh Robi’, memurnikan Ulama untuk menjaga manhaj salafy sebagai bentuk nasehat bukan celaan. Guna mendekatkan penggambaran dengan permisalan sebuah koperasi yang padanya ada seorang pencuri dan penipu dan dan dan, dan sekelompok memberikan kelapangan untuknya agar terus menetap dan yang lain menghukumnya dari kalangan yang mengetahui dengan berupa pengusiran,  maka koperasi manakah yang akan terpuji dan manakah diantara keduanya yang akan dicela?!

 

Saya katakan : inilah keadaan Ahli ilmu pada hari ini dan pada setiap zaman. Kepada Alloh-lah  tujuan mereka dan wajib atas kita mensyukurinya, betapa jujurnya, betapa memberi nasehat dan betapa sedikitnya mereka.

Sumber : Ajurry   (www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=44246)

 

Alih bahasa : Mift@h

?http://telegram.me/fawaz_almakali

تاريخ المدسوسين في صفوف السلفيين منذ عام ألف وتسع مئة وتسعين – للشيخ علي الحذيفي

فوائد من محاضرة علي الحذيفي في محاضرة (تاريخ المدسوسين في صفوف السلفيين منذ عام التسعين):

خصوم الدعوة السلفية:

١- ظاهرون

٢- مدسوسون: يظهر بمظهر السلفية ويتعمد ادخال ضلالات الفرق الأخرى الدعوة السلفية هي الدعوة الوحيدة التي يفتضح فيها المدسوسون، خاصة في الأحداث.وذلك من عهد الصحابة كما في قصة صبيغ وقصة القدرية وقصة أصحاب الحلق.

١- أول فتنة مذ عام ١٩٩٠ حدثت في الصف السلفي: السرورية والإخوانية؛ وكانوا مدسوسين يدرسون كتب السنة ويزورون علماء السنة حتى فضحوا في أزمة الخليج الثانية فعرض الحاكم السعودي على هيئة كبار العلماء فخرجوا بقول واحد بجواز الإستعانة بالكفار بشروط للحاجة، ( فخرج سلمان العودة على – العلماء ) والقرني وبشر البشر وشنعوا على العلماء وأنهم لا يفهمون الواقع، وأنها مؤامرة.

فتميز الصف السلفي من الذين وقفوا مع العلماء ومجموعة من الشباب الذين عارضوهم وكان من تهييجهم يحضر لهم الكم الكثير حتى يمتلأ المسجد بينما لايحضر لكبار العلماء إلا النزر اليسير.

٢- ثم استمرت الفتنة وخرجت كتب تدعوا للرفق بالجماعات وأنه من العدل أن تذكر حسناتهم، وأخرج العودة كتاب الغرباء الذي فرق فيه بين الطائفة المنصورة والطائفة الناجية، لمحاولة الزعزعة ومحاولة التفريق بين السلفيين، فقام الشيخ ربيع بالرد عليه وكان من مكرهم أن يفتح الدرس نفسه الذي يفتح كبار العلماء حتى يفرق بين السلفيين سلمان العودة كان يكفر ببعض المعاصي ويهون من دعوة التوحيد وأنه يتعلم في عشر دقائق.

٣- ثم خرج سفر الحوالي برسالة يطعن فيها في الشيخ الألباني ويلمع فيها سيد قطب في رسالة الدكتوراه المسماه ظاهرة الإرجاء والتي أشرف عليها شيخه محمد قطب، فتميز بعد أن كان مندسا، وقد تتبعها الشيخ ربيع أيضا في رسالة مآخذ منهجية على سفر الحوالي ، وكذا تعقبه الشيخ الألباني.

٤- ثم خرج أيضا محمد بن سرور بعد أن انشق من الإخوان المسلمين واستقر في بريطانيا وأنشأ مجلة السنة، وكان الناس يطيرون بها، يدعوا فيها لتجهيل العلماء بالواقع وكان يتحامل على الحكام ويكفرهم وكانت جمعية الإحسان اليمنية تابعة له ففضحه الله على يد العلماء منهم الشيخ مقبل.

٥- ثم خرجت جمعية الإحياء التراثية التي فرقت السلفيين في عدة أمكنة، وكانت تشرف على جمعية الحكمة، وكان يشرف عليها عبد الرحمن عبد الخالق وخرج بكتبه المفرقة والتي منها ابن تيمية والعمل الجماعي، فرد عليه الشيخ ربيع في كتاب جماعة واحدة لا جماعات وصراط واحد لا عشرات وكان هذا المدسوس أيضا يتهم العلماء بأنهم محنطين وأنهم طابور من المحنطين، وأنهم مكتبة تحتاج إلى تنقيح، فاستدعاه الشيخ ابن باز وطالبه بالتراجع فظهر بمظهر المسكين وأنه سيقبل النصح من أي أحد وو، ففضح ولله الحمد.

٦- ثم ظهرت الحدادية بزعامة محمود الحداد المصري في المدينة في حوالي ١٩٩٣ وكون له جماعة ووجهم حربا اتجاه العلماء المعاصريين وحتى القدماء أمثال: النووي وابن حجر وابن أبي العز الحنفي وابن تيمية وابن عبدالوهاب وكذا اتهم العلماء الذين شاركوا في أزمة الخليج، فرد عليه الشيخ ربيع والشيخ محمد بن هادي والشيخ محمد أمان الجامي وغيرهم وكان من خواصه عبداللطيف باشميل الذي قال فيه الشيخ ربيع بأنه هو القائد الفعلي لهذه الطائفة.

٧- ثم ظهرت جماعة تحمل الفكر التكفيري منهم عبد الرحمن المغراوي والذي يمكر في أسلوب التكفير، فمثلا يشبه المغني في الحفلات والساهرين فيها بالعجل ومن يعبده فنصحه العلماء بالتراجع عنها وخاصة أنها تكررت فلم يعجبه ذلك ولم يقبل، فكشف ولله الحمد.

٨- ثم ظهر عدنان عرعور بتلميعه لسيد قطب الذي يصفه بأنه أفضل من تكلم في المنهج! وكانت له أشرطة رائجة خاصة وأنه كان يتمسح بالشيخ الألباني والألباني لم يكن مطلعا على أخطائه، فحذر منه الشيخ ربيع ووصفه بأنه قطبي خبيث.

٩- ثم ظهر بعض المنافحين عن أهل البدع ومن رؤوسهم أبو الحسن المصري المأربي، ولم يتوقف هنا بل ظهرت منه أخطاء أخرى والتي منها الطعن الماكر في بعض الصحابة، الطعن في خبر الآحاد، التثبت حتى من العلماء، نصحح ولا نهدم، المجمل والمفصل، المنهج الأفيح، ورد على جميع قواعده الشيخ ربيع وبين زيف قواعده وأصوله.

١٠- ثم ظهر علي حلبي، وكانت بدايته أنه كان يخوض في مسائل دقيقة من مثل مسائل الإيمان فنصحه العلماء بتركها لغيره من المتمكنين من العلماء فلم ينتصح، حتى صدرت فتوى من اللجنة الدائمة بالتحذير من رسائل قدم لها هو، ومن انحرافاته: القول بأن الجرح والتعديل مسألة اجتهادية، أثنى على رسالة عمان الداعية إلي وحدة الأديان، فتحجج بالسمع والطاعة، فانتقده العلماء وإياها.

١١- ثم ظهر بعض دعاة الباطل مثل فالح الحربي وإبراهيم الرحيلي ويحيى الحجوري وقضية محمد الإمام والوثيقة ومن سكت عنه، وكلهم مدسوسون لكن تصدى لهم العلماء ولكن على طريقتين:

– منهم من تصدى لهم إجمالا بالتحذير من أخطائهم ولم يتفرغوا لهم.

– ومنهم من تفرغ لهم وتتبع أخطائهم من أبرزهم الشيخ ربيع تصفية العلماء للمنهج السلفي منقبة وليسة مثلبة، وللتقريب يضرب المثال بالشركة التي فيها المختلس والغاش ووو والجميع مسموح له بالبقاء وأخرى القانون من عرف بذلك طرد، فأي الشركتين ستمدح وأيهما ستذم؟!!!

قلت: هذا حال أهل العلم اليوم وفي كل زمن، لله درهم وعلينا شكرهم ما أصدقهم وما أنصحهم وما أقلهم.                      المصدر     : http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=44246

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *