Bila Dakwah Di Negeri Penuh Syirik dan Bid’ah

Seorang penanya bertanya :
Bagaimana bimbingan anda untuk orang yang berada di negeri yang merebak begitu banyak bid’ah dan kesyirikan?


Maka Jawabanya:
Menebarkan ilmu merupakan ibadah dan jihad.

Dan Allah memerintahkan Nabi-Nya tatkala di Makkah untuk berjihad terhadap musyrikin dengan ilmu.

Firman-Nya: “Jangan kamu ikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah kepada mereka dengan jihad yang besar.” (Al Furqon: 52) Yaitu dengan ilmu, dan dengan Al Qur’an.

Jadi yang paling besar dalam berjihad kepada musuh itu adalah dengan ilmu, dan dengan ilmu akan langgenglah kebaikan dan pengaruh yang baik. Sebab menuntut ilmu itu dapat memunculkan pengaruh yang baik, dan menebarkan kebaikan dan akan semakin meluas daerahnya seiring berlalunya zaman, dan memang demikianlah.

Oleh karena ini telah datang dalam sebuah hadits:

« فضلُ العالمِ على العابدِ كفضلي على أدناكم »

“Keutamaan seorang ‘Alim atas seorang yang tekun ibadah itu seperti keutamaan diriku dibandingkan kalian semua.” (HR. Tirmidzi no.2686 dan kata dia : Hadits hasan, dari hadits Abu Umamah radhiallahu ‘anhu (Adapun Sholih untuk diri sendiri, maka tidak dapat berpengaruh kecuali untuk dirinya sendiri saja)

Dan tidak ada keraguan lagi, bahwasanya keutamaan ilmu itu agung, jika dia bersiap sedia untuknya guna mengajarkan ilmu di Negerinya, maka yang seperti ini baik. Dan bila dia bersiap sedia untuknya guna melangkahkan kaki dan mengajarkan kepada siapa yang butuh, maka yang demikian ini pun baik.

Dan dalam kebiasaannya, masyarakat itu berkumpul menuju para Ulama yang telah diisyaratkan oleh mereka dengan telunjuk, dan mereka berangkat dari para penuntut ilmu yang kedudukannya berada di bawah mereka.

Saya katakan: “Ini perkara yang biasanya.”

Dan kajian berkala para penuntut ilmu yang mereka berikan berupa ceramah berisi sebagian teks-teks kecil, dan mereka memiliki kemampuan ilmu dalam bidang tauhid atau dalam bidang sejarah, untuk melakukan perjalanan ke negeri yang lain, dan mengadakan kajian berkala ilmiyah di Afrika atau Indonesia, dan mereka curahkan korbankan berupa harta dan ilmu dalam bidang akidah seiring dengan takwa kepada Alloh azza wajalla terhadap apa yang mereka ucapkan.

Dan ilmu yang teragung di sebuah negeri yang tersebar padanya bid’ah dan syirik yaitu apa yang para Rosul ‘alaihimus sholatu wasalam serukan ke arahnya, yaitu tauhidullah/mengEsakan Alloh ‘azza wajalla dalam ibadah yang itu merupakan hak Alloh atas setiap hamba. Jadi inilah yang terbesar untuk diwariskan dan dilestarikan di tempat manapun. Kemudian ajarkanlah kepada mereka Kalamulloh ‘azza wajalla dan As Sunnah, sebab perkara itulah yang yang akan senantiasa langgeng dan diterima padanya.

Dan mengajarkan kepada mereka Arbain Nawawiyah atau apa yang serupa dengan itu. Jangan kamu pedulikan dengan kritikan ulama negeri itu dan pengingkaran mereka kepadamu, sebab mereka mengkhayalkan apa yang menjadikan mereka berkhayal karena bisikan-bisikan setan, dan musuh-musuh setan bagi para pembelanya adalah para sholihin. Untuk hal inilah perkara terbesar dalam berjihad melawan musuh-musuh Alloh ‘azza wajalla dan setan itu dengan menebarkan ilmu, maka sebarkanlah ilmu di setiap tempat sesuai kemampuanmu, dan bertakwallah kepada Alloh ‘azza wajalla dalam hal tersebut. “Dan katakanlah Wahai Rabbku tambahkanlah aku ilmu.” (QS Thaha: 114)

Dari Kitab Al Washayal Jaliyyah Lilistifadah minadurusil ilmiyyah hal 35-36
Penulis : Asy Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alu Asy Syaikh

Alih Bahasa : Miftahudin bin Ahmad Nur Asbani
– Senin, 16 Rabi’ul Awal  1437 H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *