Safar niatnya sengaja Ziaroh Kubur, Hukumnya?

IbnulQoyyim-Salafy-Cireong-Wisata Ziarah Kubur

Soal ke tiga dari fatwa no.4230

Soal :
Apakah boleh meniatkan bepergian untuk berziarah ke kubur-kubur para Nabi dan orang-orang shalih, semisal Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalllam dan selain Beliau. Dan apakah ziarah ini sesuai syari’at ataukah tidak?

Jawab :
Tidak boleh menempuh perjalanan jauh dengan tujuan untuk berziarah ke kubur-kubur para Nabi, orang-orang shalih, dan selain mereka. Bahkan hal itu adalah bid’ah.

Dan landasan dasarnya ialah sabda Beliau shallallahu ‘alaihi wasalllam:

لَاتُشَدُّ الرِّحَالَ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ: المَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِي هَذَا, وَالمَسْجِدِ الْأَقْصَى

“Jangan menempuh perjalanan jauh (safar dalam rangka ibadah pent) kecuali ke tiga masjid yaitu Masjidil Haram, Masjidku ini, dan Masjidil Aqsha.”

Dan Beliau shallallahu ‘alaihi wasalllam telah bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa yang beramal suatu amalan yang tidak ada padanya perintah kami, maka amalan itu tertolak.”

Adapun jika perjalanan ziarah mereka dengan cara tanpa menempuh perjalanan jauh maka itu adalah sunnah, berdasarkan sabda Beliau shallallahu ‘alaihi wasalllam:

زُورُوا القُبُورَ فَإِنَّهَاتُذَكِّرُكُمْ الآخِرَةَ

“Ziarahilah kubur, sebab sesungguhnya hal itu dapat mengingatkan kalian terhadap alam akhirat!.” Imam Muslim mengeluarkan hadits tersebut di dalam Shahihnya.

Wabillahi taufiq, washallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wasallam.

Al Lajnah Ad Daimah Lilbuhutsil ilmiyah wal ifta

  • Ketua : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
  • Wakil ketua : Abdurrazaq Afifi
  • Anggota : Abdullah Ghudayan
  • Anggota : Abdullah bin Qu’ud

Alih Bahasa: Miftahudin bin Ahmad Nur Asbani
– Sabtu, 27 Rajab 1436 H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *