Akan terjadi gerhana? antara rahasia dan menebar beritanya.

Hukum Menebar Berita Tentang Waktu Akan Terjadinya Gerhana.

Soal:

Jika Ahli Falaq menyebutkan bahwa gerhana akan terjadi pada jam sekian, lalu apakah harus bagi seorang imam untuk menyampaikan berita tentang gerhana ini kepada orang-orang yang berada dibelakangnya, agar mereka nanti menghadirinya, atau tidak usah memberitahu mereka sampai gerhana itu terjadi?

Jawab:

Pendapat saya, hendaknya tidak usah memberitahu mereka, dan jangan pula menebarkan berita itu, jika telah diketahui sebelumnya. Sebab orang-orang jika telah mengetahui sejak sebelum terjadinya, maka mereka tidak akan memiliki perhatian yang sangat terhadapnya dan akan menduganya sebagaimana hilal tatkala muncul. Padahal gerhana itu sendiri merupakan bentuk peringatan, wujud mempertakuti, dan shalat gerhana adalah shalat karena kecemasan, berbeda dengan shalat ‘Id (hari raya) yang itu merupakan shalat dalam kegembiraan dan bahagia, sehingga butuh untuk diumumkan terkait dengan pelaksanaannya. Jadi, merahasiakan berita tentang gerhana itu tentu lebih utama daripada mempublikasikannya.

Inilah pendapat kami dalam masalah ini, begitu juga syaikh kami Abdul Aziz bin baz berpandangan demikian, yaitu lebih utama dengan tanpa keraguan. Dan oleh karena berita seperti inilah, kamu akan mendapati orang-orang pada masa sekarang ini, mereka berduyun-duyun –sebagai contoh saja- menuju pelaksanaan shalat gerhana seperti mereka akan menghadiri shalat ‘Id (hari raya), saat gerhana tiba, merekapun datang dan mengerjakan shalat, namun tak tampak suasana penuh kecemasan, yang mana kita sudah pernah menyaksikannya. Dahulu orang-orang mendatangi masjid-masjid dalam keadaan bersegera, menangis, dan terdengar didalamnya suara tangisan, sedangkan di masa kini terwujudlah shalat gerhana itu laksana munculnya hilal (bulan sabit) di hari raya tatkala telah tiba, orang-orang pun berdatangan untuk menyengaja shalat.

Oleh karena itu, kami berpandangan untuk tidak mengumumkannya dan jangan menyiarkannya jika seseorang telah mendengar berita akan terjadinya, hingga gerhana tersebut menghampiri mereka dengan tiba-tiba, dan mengakibatkan mereka cemas serta takut kepada Allah ‘azza wajalla.

Sumber: http://binothaimeen.net/content/857?q=إخبار

Alih Bahasa: Miftahudin bin Ahmad Nur Asbani

Jum’at, 13 Jumadal Akhirah 1436 H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *