Awas! Jangan terjebak thoreqot-thoreqot Sufi di sekitar kita!

Bimbingan untuk para Tholibul ilmi dan hukum kelompok thoriqot-thoriqot sufiyah

Naqsyabandiyah

Fatwa no. 3934

Soal: Sesungguhnya saya ini seorang pencari ilmu dan iman yang Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasalllam meridhainya. Maka apa arahan anda untuk membimbing saya terkait membaca buku-buku islamiyah yang seorang muslim hendaknya dengan itu dia membangun suatu bangunan yang selamat, khususnya pada zaman ini yang begitu banyak padanya terjadi syubhat/kerancuan dan berbagai kebatilan dengan mengatasnamakan agama.

Kedua: apa hukum Islam berdasarkan pengetahuan anda mengenai thoriqot-thoriqot Sufiyah secara umum dan thoriqot Naqsyabandiyah secara khusus?

Jawab :

 

Pertama: Seriuslah kamu terhadap Kitabullah dan perbanyaklah untuk membacanya dan memperhatikannya, sebab sesungguhnya ia adalah pokok segala kebaikan. Berikutnya Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalllam,

Dan bacalah dalam masalah tauhid: [Syarhul Aqidah Ath Thahawiyah] dan kitab [Tathhirul i’tiqad] karya Ash Shan’ani, dan kitab [At Tauhid] karya Ibnu Khuzaimah, dan kitab [Mukhtashar ash shawa’iqil mursalah] karya Al Mushili, dan kitab [Kasyfu Syubhat], dan [Kitabut Tauhid] karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, dan [Al Aqidatul wasitiyah] beserta penjelasannya karya Ibnu Taimiyah, dan dua kitab karyanya juga [Al Hamawiyah dan [At Tadmuriyah].

Dan bacalah dalam masalah Fiqh pada kitab [Al Mahdzab] karya Abu Ishaq Asy Syirazi, dan kitab [Zadul ma’ad]  karya Ibnul Qoyyim Al Jauziyah dan kitab [I’lamul Muwaqi’in] karya beliau juga. Dan [Umdatul fiqh] karya al muwafaq Ibnu Qudamah.

Dan bacalah dari beberapa kitab-kitab hadits pada [Shahihul Bukhari] dan [Shahih Muslim] dan [Riyadhus Shalihin] dan [Muntaqal akhbar] dan [Bulughul Marom].

Dan bacalah dari beberapa kitab-kitab nasehat-nasehat dalam kitab [Ad Da’u wad dawa’] karya Ibnul Qoyyim Al Jauziyah, dan disebut juga dengan: [Al Jawabul Kafi liman sa-ala ‘anid dawa’i syafi], dan kitab [Al Adabusy syari’ah] karya Ibnu Muflih, dan [Al Wabilush shayib] karya Ibnul Qoyyim.

Kedua: Banyaknya kebid’ahan di kalangan jama’ah thoriqot-thoriqot Sufiyah secara umum seperti berdzikir secara berjama’ah di shaf-shaf atau di halaqah-halaqah dengan suara satu, dan dzikir mereka berupa Allah dengan panggilan tunggal dengan suara satu (koor) semisal: Allah, Allah, Hayyun, Hayyun, Qoyyum, Qoyyum,…dan dzikir mereka dengan berupa kata ganti ghaib seperti: Huwa, Huwa…dan dzikir mereka dengan kata “AaaaH”. Dan dalam nasyid-nasyid mereka tegak di atas berbagai macam dzikir kejelekan yang sangat banyak  semisal; Beristighatsah kepada selain Allah, meminta bantuan dari orang-orang yang sudah mati seperti: Badawi, Syadzili, Jailani, dan selain mereka. Dan pada buku-buku mereka banyak terdapat  kebid’ahan dan kejelekan yang tersebar. Sedangkan khusus Naqsyabandiyah, dzikirnya mereka <Allah> dengan lafadz Jalalah di setiap wirid harian dengan gerakan hati bersamaan dengan hembusan nafas menyerupai gerakan lisan, dengan berkata tapi tanpa menggerakan lisan, dan seorang murid meminta kehadiran syaikhnya (yang sudah mati pent) dan wirid-wiridnya yang harian beriringan dengan adanya keyakinan sebagai perantaraannya untuk meraih  keselamatannya kelak pada hari kiamat. Dan semua perkara ini termasuk dari bid’ah yang mungkar. Sebab dzikir-dzikir itu tidak ada yang tsabit padanya sesuatupun dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasalllam dalam apa yang telah diwahyukan kepada Beliau dari Al Kitab dan As Sunnah.

Dan sungguh telah tsabit/pasti dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalllam bahwasanya Beliau bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa yang beramal suatu amalan yang tidak ada padanya  perintah kami, maka amalan itu tertolak.”

Dan juga:

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa yang mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini yang bukan bagian darinya, maka perkara itu tertolak.”

 

Wabillahi taufiq, washallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wasallam.

Al Lajnah Ad Daimah Lilbuhutsil ilmiyah wal ifta

Ketua: Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Wakil ketua: Abdurrazaq Afifi

Anggota: Abdullah Ghudayan

Anggota: Abdullah bin Qu’ud

 

Alih Bahasa: Miftahudin bin Ahmad Nur Asbani

Ahad, 27 Rabi’ul Awal  1436 H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *