Cerita Palsu tatkala perayaan Maulid Nabi, adakah?

Soal Ke-13 dari Fatawa No. 5782

Soal 13 : Apakah Nabi shallallahu ‘alaihi wasalllam adalah cahaya dari cahaya Allah, sebagaimana apa yang sebagian orang katakan? Dan apakah dia itu cahaya ‘Arsyinya Allah subhanahu wata’ala?

Jawab 13 :

Nabi shallallahu ‘alaihi wasalllam adalah cahaya petunjuk dan bimbingan. Sebagaimana firman ta’ala:

وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
[QS Asy Syuura 42:52]

 

يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا }{ وَدَاعِيًا إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا

Hai Nabi sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi.
[QS Al Ahzab 33:45-46]

 

Dan bukanlah badannya itu cahaya, dan bukanlah dia itu berasal dari cahaya Allah yang Allah telah mensifati diriNya dengan cahaya. Bahkan beliau itu adalah daging dan tulang, dan apa saja yang membalut keduanya. Tercipta dari bapak dan ibu seperti yang lainnya, sebagaimana telah menjadi sunatullah ta’ala yang berlaku sejak lama tentang penciptaan manusia. Dan dahulu beliau makan, minum, dan menunaikan hajatnya. Dan dia memiliki bayangan jika berjalan di bawah terik mentari ataupun semisalnya. Adapun firman-Nya:

قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ }{ يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ

Sungguh telah datang kepadamu dari Allah, cahaya dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya kepada jalan-jalan keselamatan.” Al-ayat.
[QS Al Maidah 5:15-16]

 

Maka yang dimaksud dengan kata cahaya dalam hal itu ialah apa yang telah Allah utus dengannya berupa wahyu. Termasuk dalam bab penggandengan kata khusus di atas kata umum.

Dan tidak pernah terbukti ada dalam Al Qur’an dan tidak pula dalam As Sunnah yang shahih, bahwasanya beliau adalah cahaya ‘Arsyinya Allah. Sehingga barangsiapa yang mengklaim akan hal itu, maka dia adalah pendusta.

Wabillahi taufiq, washallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wasallam.

Al Lajnah Ad Daimah Lilbuhutsil ilmiyah wal ifta

  • Ketua : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
  • Wakil ketua : Abdurrazaq Afifi
  • Anggota : Abdullah Ghudayan
  • Anggota : Abdullah bin Qu’ud

Alih Bahasa : Miftahudin bin Ahmad Nur Asbani
– Selasa, 8 Rabi’ul Awal 1436 H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *